Menjaga Kesehatan di tengah Puncak Musim Kemarau 2026

  • 27 Agt 2026 12:26 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Masyarakat perlu menjaga kesehatan saat cuaca panas dan puncak musim kemarau berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG memprediksi puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan panas dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut cuaca panas dapat memicu kelelahan akibat panas hingga heatstroke.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas.

1. Perbanyak Minum Air

Kebutuhan cairan perlu diperhatikan untuk membantu tubuh tetap terhidrasi. WHO menyarankan masyarakat minum air secara teratur dan menghindari konsumsi alkohol serta kafein berlebihan.

Masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan cairannya.

2. Kurangi Aktivitas di Bawah Terik Matahari

Aktivitas fisik berat sebaiknya dikurangi ketika suhu lingkungan sedang tinggi. WHO menganjurkan masyarakat menghindari aktivitas berat pada waktu terpanas dan memilih tempat teduh.

Pekerja luar ruangan juga perlu mengatur waktu istirahat dan mengurangi paparan panas secara langsung.

3. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian berbahan ringan dan longgar dapat membantu tubuh melepaskan panas. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga dapat menggunakan penutup kepala dan pelindung dari paparan matahari.

Menjaga tubuh tetap sejuk dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.

4. Perhatikan Kondisi Anak dan Lansia

Anak-anak dan lanjut usia termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak cuaca panas. Perhatian juga perlu diberikan kepada masyarakat dengan penyakit kronis dan pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Keluarga dapat memantau kondisi anggota keluarga yang lebih rentan selama periode cuaca panas.

5. Kenali Tanda Gangguan Akibat Panas

Pusing, mual, lemas, atau kebingungan dapat menjadi tanda tubuh mengalami gangguan akibat panas. Jika muncul gejala berat seperti kehilangan kesadaran atau kebingungan berat, segera cari pertolongan medis.

Masyarakat juga perlu mengikuti informasi cuaca dan peringatan resmi dari BMKG untuk menyesuaikan aktivitas harian.

Selain menjaga kesehatan tubuh, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan selama musim kemarau. BMKG memperkirakan fenomena El Niño dapat bertahan hingga awal kuartal pertama 2027 dan meningkatkan potensi kekeringan.

WHO Indonesia juga telah meluncurkan KATALIS-HEAT bersama sejumlah lembaga untuk memahami dan mengurangi dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem di Indonesia.

Dengan menjaga asupan cairan, mengurangi paparan panas, serta mengenali tanda gangguan akibat panas, masyarakat dapat mengurangi risiko kesehatan selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....