Mengenal Ansietas dan Cara Mengelola Gejalanya

  • 28 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Ansietas atau kecemasan dapat muncul sebagai respons terhadap tekanan dan situasi yang dianggap mengancam. Namun, kecemasan yang berlebihan dan sulit dikendalikan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ansietas sesekali merupakan hal yang dapat dialami siapa saja. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian ketika rasa takut atau khawatir berlangsung lama dan menimbulkan gangguan dalam kehidupan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat gangguan ansietas merupakan gangguan mental yang paling banyak dialami secara global. Data WHO menunjukkan sekitar 359 juta orang mengalami gangguan ansietas pada 2021.

Gejala ansietas dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain sulit berkonsentrasi, merasa tegang atau gelisah, gangguan tidur, jantung berdebar, berkeringat, serta gemetar.

Pada kondisi tertentu, seseorang juga dapat mengalami mual, gangguan pencernaan, atau perasaan akan terjadi sesuatu yang buruk. Gejala tersebut dapat muncul bersamaan dan memengaruhi aktivitas sosial, pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan keluarga.

Gangguan ansietas memiliki beberapa jenis, termasuk gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan panik, kecemasan sosial, dan fobia tertentu. Setiap jenis memiliki pola gejala dan pemicu yang dapat berbeda sehingga penanganannya perlu disesuaikan.

Untuk membantu mengelola gejala, masyarakat dapat menerapkan pola tidur dan makan yang teratur. Aktivitas fisik secara rutin, teknik relaksasi, serta latihan kesadaran diri juga dapat membantu mengurangi gejala kecemasan.

Jika kecemasan mulai mengganggu aktivitas atau sulit dikendalikan, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Penanganan dapat mencakup intervensi psikologis, termasuk terapi berbasis prinsip terapi perilaku kognitif, sesuai kondisi dan kebutuhan seseorang.

Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang memperoleh dukungan dan penanganan yang sesuai. Pemahaman yang tepat juga penting agar ansietas tidak dianggap sekadar persoalan kurangnya kemauan untuk mengendalikan pikiran.

Masyarakat juga perlu menghindari tindakan mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi di media sosial. Diagnosis dan pilihan penanganan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional berdasarkan kondisi masing-masing individu.

Dengan pengetahuan yang memadai dan akses terhadap bantuan profesional, gejala ansietas dapat dikelola. Dukungan keluarga dan lingkungan juga dapat membantu seseorang menjalani proses pemulihan dengan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....