Waspada Muntaber, Kelurahan Nalu Perkuat Edukasi PHBS

  • 31 Jul 2026 20:12 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Meningkatnya kasus muntaber atau diare akut yang menyebabkan ruang perawatan di rumah sakit penuh turut menjadi perhatian Pemerintah Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Dalam sebulan terakhir, sejumlah warga di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami penyakit musiman yang umumnya meningkat saat kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan kurang terjaga.

Lurah Nalu, Ahyar Tauhid, mengimbau masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan makanan, minuman, serta lingkungan sekitar sebagai langkah utama mencegah penyebaran penyakit. Menurutnya, perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci untuk menekan angka kasus muntaber di tengah masyarakat.

Ahyar menjelaskan, sebagian besar kasus muntaber dipicu oleh makanan dan minuman yang tidak higienis. Karena itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diare maupun muntaber agar mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

"Kasus muntaber ini sebagian besar dipengaruhi oleh kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu kami menghimbau warga untuk selalu menjaga pola hidup bersih, mengonsumsi air yang layak minum, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gejala diare atau muntaber agar tidak semakin parah," kata Ahyar Tauhid.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kelurahan Nalu bersama UPT Puskesmas Baolan terus meng intensifkan edukasi kesehatan melalui kegiatan posyandu. Setiap bulan, sedikitnya enam kali kegiatan posyandu dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada bayi, balita, lansia, hingga pemeriksaan kesehatan masyarakat sekaligus penyuluhan mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program tersebut menjangkau seluruh wilayah Kelurahan Nalu yang terdiri atas 13 RW dan 39 RT, termasuk kawasan Lutungan dan Salu. Pemerintah berharap penyuluhan yang dilakukan secara rutin mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

Meski demikian, Ahyar mengakui masih terdapat sejumlah kawasan permukiman yang tergolong kumuh dan berpotensi menjadi penyebab munculnya penyakit musiman. Berdasarkan data pemerintah kelurahan, wilayah RW 1 hingga RW 5 masih menghadapi persoalan sanitasi, terutama terkait pembuangan limbah rumah tangga yang belum memadai.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kelurahan Nalu telah merencanakan penataan kawasan kumuh melalui pembangunan sarana sanitasi dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Program tersebut diharapkan dapat terlaksana dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten Tolitoli.

"Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan drainase, saluran air, dan tidak membuang limbah sembarangan. Pola makan yang sehat, air yang bersih, serta lingkungan yang bersih menjadi kunci untuk mencegah penyakit musiman seperti muntaber. Edukasi akan terus kami lakukan bersama Puskesmas melalui kegiatan posyandu," ujar Ahyar.

Pemerintah Kelurahan Nalu berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat dapat menekan penyebaran penyakit musiman, sehingga kondisi kesehatan warga tetap terjaga dan tidak menambah beban pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....