Lonjakan Diare Akut Dominasi Pasien di Tolitoli

  • 31 Jul 2026 20:14 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Lonjakan kasus penyakit musiman dalam dua bulan terakhir menyebabkan meningkatnya jumlah pasien yang menjalani perawatan di RSUD Mokopido Tolitoli. Penyakit seperti diare akut, demam berdarah, hingga infeksi saluran pernapasan menjadi penyumbang utama meningkatnya kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli mencatat peningkatan kasus mulai terlihat sejak Minggu Epidemiologi (ME) ke-23. Tren tersebut terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada ME ke-25, dengan lebih dari 120 kasus penyakit yang dilaporkan.

Petugas Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Tanri Wulan, S.KM, mengatakan hingga memasuki Minggu Epidemiologi ke-29, jumlah pasien yang tercatat di RSUD Mokopido mencapai sekitar 189 kasus. Sebagian besar pasien didominasi oleh penderita diare akut yang membutuhkan penanganan medis.

"Peningkatan kasus mulai terlihat sejak Minggu Epidemiologi ke-23 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-25 dengan lebih dari 120 kasus. Memasuki minggu ke-29, jumlah pasien di RSUD Mokopido mencapai sekitar 189 kasus dan didominasi oleh diare akut," ujar Tanri Wulan.

Selain diare, Dinas Kesehatan juga menemukan peningkatan sejumlah penyakit lainnya, seperti pneumonia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), influenza-like illness (ILI), campak, hingga malaria terkonfirmasi. Kasus terbanyak ditemukan di Kecamatan Baolan dan Galang, sementara kecamatan lainnya juga melaporkan kasus dengan jumlah yang lebih sedikit.

Menurut Tanri Wulan, anggapan bahwa musim menjadi penyebab utama meningkatnya diare tidak sepenuhnya tepat. Ia menjelaskan, perubahan cuaca hanya menjadi faktor pendukung, sedangkan penyebab utama tetap berasal dari rendahnya kebersihan lingkungan, buruknya sanitasi, serta perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal di masyarakat.

"Musim bukan penyebab utama meningkatnya diare. Pergantian cuaca hanya menjadi faktor pendukung. Akar persoalannya tetap pada kebersihan lingkungan, kualitas sanitasi, serta kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan," jelasnya.

Dampak meningkatnya penyakit musiman juga dirasakan di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kepala UPT Puskesmas Dako Pemean, Rahmat Fajri, mengungkapkan jumlah pasien yang datang berobat mengalami peningkatan cukup signifikan selama dua bulan terakhir.

Rahmat menyebut sekitar 80 persen pasien yang datang ke Puskesmas Dako Pemean mengeluhkan diare maupun muntaber. Kelompok usia anak-anak menjadi pasien yang paling banyak terdampak, sehingga petugas kesehatan terus meningkatkan pelayanan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan makanan, minuman, dan lingkungan.

Meski memiliki fasilitas rawat inap, Puskesmas Dako Pemean tetap melakukan seleksi terhadap pasien berdasarkan tingkat keparahan penyakit. Pasien yang masih dapat ditangani akan dirawat di puskesmas, sedangkan pasien dengan kondisi lebih berat segera dirujuk ke RSUD Mokopido Tolitoli untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....