Gizi Seimbang Jadi Kunci Dukung Kecerdasan Anak sejak Dini

  • 25 Jul 2026 13:34 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Kecerdasan anak tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan atau genetik, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh dan pemenuhan gizi yang baik sejak awal kehidupan. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan anak memperoleh nutrisi yang cukup agar tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun kemampuan berpikir.

Kecerdasan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami, mengolah, serta menerapkan informasi untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan lingkungan. Kemampuan tersebut berkembang seiring proses pertumbuhan, terutama pada masa-masa awal kehidupan yang dikenal sebagai periode emas perkembangan anak.

Dikutip dari Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP) tahun 2025 melalui artikel berjudul "Meningkatkan Kecerdasan dan Kemampuan Anak Usia Dini Melalui Gizi yang Tepat", pola pemberian makan yang diterapkan orang tua turut mempengaruhi perkembangan anak. Anak yang dipaksa makan atau mengalami tekanan saat makan cenderung memiliki hubungan negatif terhadap makanan.

"Pemberian makan yang dilakukan dengan penuh kasih sayang dan perhatian membuat anak lebih mudah menerima makanan baru serta mempertahankan pola makan sehat dalam jangka panjang," demikian kutipan dalam artikel Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP) 2025.

Selain pola makan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut merupakan masa paling krusial dalam pembentukan jaringan otak dan perkembangan sistem saraf.

"Kekurangan gizi pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak yang sulit diperbaiki di kemudian hari," sebagaimana ditegaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejumlah zat gizi diketahui berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan anak. Di antaranya protein, lemak esensial seperti DHA dan AA, zat besi, yodium, serta berbagai vitamin yang membantu pembentukan jaringan otak dan sistem saraf pusat. Nutrisi tersebut menjadi fondasi bagi kemampuan anak dalam berpikir, mengingat, menganalisis, hingga menyerap informasi baru.

Orang tua juga diimbau memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi anak setiap hari. Makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL) umumnya memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, mengganggu metabolisme tubuh, bahkan berdampak pada penurunan fungsi kognitif anak.

Dengan memberikan asupan gizi seimbang, menerapkan pola makan yang sehat, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan dukungan, orang tua dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasannya sejak usia dini. Upaya tersebut menjadi investasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....