Self Love Jadi Kunci Mengatasi Rasa Iri Berlebihan
- 25 Jul 2026 09:30 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Rasa iri merupakan salah satu bentuk emosi negatif yang perlu dikelola dengan baik karena dapat berdampak pada kesehatan mental maupun fisik. Perasaan ini umumnya muncul ketika seseorang melihat kelebihan atau keberhasilan orang lain, sehingga memicu rasa rendah diri, permusuhan, bahkan kebencian apabila terus dipelihara.
Rasa iri bukan hanya emosi yang muncul sesaat. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami stres, kecemasan, dan terus merasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Dalam jangka panjang, emosi negatif ini juga berpotensi meningkatkan risiko depresi, mengganggu kualitas tidur, hingga mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berdasarkan artikel Kementerian Kesehatan melalui RS Marzoeki Mahdi berjudul "Iri, Nyinyir, Julid dan Kesehatan Jiwa", stres yang dipicu oleh rasa iri atau kebencian terhadap kebahagiaan orang lain dapat berdampak pada kondisi fisik. Mulai dari meningkatnya produksi asam lambung, memperburuk gangguan lambung, hingga menurunkan daya tahan tubuh.
"Dengan membangun rasa cinta terhadap diri sendiri dan mengelola emosi secara sehat, seseorang dapat terhindar dari dampak negatif rasa iri yang berkepanjangan," demikian dijelaskan dalam artikel Kementerian Kesehatan melalui RS Marzoeki Mahdi.
Salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengatasi rasa iri adalah menerapkan self love atau mencintai diri sendiri secara sehat. Sikap ini mengajarkan seseorang untuk menerima, menghargai, serta mengapresiasi dirinya, sehingga lebih fokus pada proses pengembangan diri dibanding terus membandingkan kehidupan dengan orang lain.
Dalam konsep self love terdapat empat aspek utama. Pertama, self awareness atau kesadaran diri, yakni kemampuan mengenali karakter, potensi, kelemahan, nilai hidup, serta tujuan yang ingin dicapai. Kesadaran tersebut menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang lebih sehat secara emosional.
"Aspek berikutnya adalah self worth, yaitu menerima diri apa adanya sambil terus berusaha menjadi versi terbaik tanpa harus membandingkan diri dengan orang lain, serta mensyukuri kebahagiaan dari hal-hal sederhana," tulis Kementerian Kesehatan dalam publikasi tersebut.
Selain itu, terdapat self esteem atau kepercayaan diri yang mendorong seseorang berani mencoba hal baru tanpa takut gagal maupun dinilai orang lain. Sementara self care diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kesehatan fisik dan mental, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga sekitar 30 menit setiap hari, tidur selama enam hingga delapan jam, serta menerapkan manajemen stres melalui latihan pernafasan, relaksasi, teknik grounding, maupun mindfulness.
Dengan menerapkan keempat aspek tersebut secara konsisten, masyarakat diharapkan mampu mengelola emosi secara lebih baik, menjaga kesehatan jiwa, serta menciptakan kehidupan yang lebih positif, produktif, dan seimbang tanpa harus terjebak dalam perasaan iri terhadap pencapaian orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....