Jahe dan Magnesium Dinilai Bantu Kurangi Gejala Migrain

  • 15 Jun 2026 13:02 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Migrain menjadi salah satu gangguan kesehatan yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini ditandai dengan nyeri kepala berdenyut, umumnya terjadi pada satu sisi kepala dan dapat disertai gejala lain seperti mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya maupun suara.

Selain pengobatan medis, sejumlah bahan herbal dan pendekatan alami kini banyak diteliti sebagai terapi pendamping untuk membantu mengurangi frekuensi maupun gejala migrain. Namun, para ahli mengingatkan bahwa efektivitas terapi herbal dapat berbeda pada setiap individu.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), jahe menjadi salah satu bahan herbal yang paling banyak diteliti terkait manfaatnya bagi penderita migrain. Kandungan antioksidan dan anti inflamasi dalam jahe diketahui dapat membantu mengurangi peradangan serta meredakan rasa mual yang sering menyertai serangan migrain.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe berpotensi membantu mengurangi intensitas nyeri kepala pada sebagian penderita migrain," tulis NCCIH dalam kajian yang dikutip sejumlah sumber kesehatan.

Selain jahe, magnesium juga dinilai memiliki potensi dalam membantu pencegahan migrain. Mineral yang banyak ditemukan pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian ini disebut memiliki bukti ilmiah yang cukup menjanjikan untuk mengurangi frekuensi serangan migrain.

"Magnesium termasuk salah satu suplemen yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam upaya pencegahan migrain, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan," demikian keterangan NCCIH.

Sementara itu, beberapa jenis teh herbal seperti teh jahe, peppermint, chamomile, dan lavender juga kerap digunakan untuk membantu mengurangi ketegangan tubuh serta stres yang menjadi salah satu pemicu migrain. Meski bukti ilmiahnya masih terbatas, minuman herbal tersebut dinilai dapat memberikan efek relaksasi sehingga membantu sebagian penderita merasa lebih nyaman saat mengalami migrain.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa penggunaan herbal sebaiknya hanya menjadi terapi pendamping dan tidak menggantikan pengobatan medis yang telah direkomendasikan dokter.

"NCCIH mengingatkan bahwa beberapa herbal maupun suplemen dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu atau menimbulkan efek samping apabila digunakan secara tidak tepat. Karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan sebelum mengkonsumsinya secara rutin," jelas lembaga tersebut.

Dengan penanganan yang tepat dan gaya hidup sehat, penderita migrain diharapkan dapat mengurangi frekuensi serangan serta meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....