Kasus HIV/AIDS di Sulteng Mengkhawatirkan, Pencegahan Terus Digencarkan
- 14 Mei 2026 15:36 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID Tolitoli – Penyakit HIV/AIDS hingga kini masih menjadi ancaman serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah. Selain belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan secara total, penyakit menular ini juga terus mengalami peningkatan kasus sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak dini dengan menghindari perilaku berisiko.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tengah, Bambang Suwandi, menyebutkan bahwa angka kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah saat ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Berdasarkan data hingga September 2025, tercatat sebanyak 5.223 kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut atau telah melampaui angka rata-rata yang ditargetkan.
Menurutnya, melihat tingginya angka kasus tersebut, pihak Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari skrining rutin hingga sosialisasi mengenai bahaya dan cara penularan HIV/AIDS kepada seluruh kalangan masyarakat dan komunitas.
"Jika melihat usia penderita mayoritas penderita HIV/AIDS yang terdata saat ini masih berada pada usia produktif, sehingga diperlukan perhatian serius dari seluruh pihak agar penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan"Kata Bambang Rabu(13 Mei 2026).
Sementara itu, Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Tolitoli, Maghfirah Handayani, menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir tercatat sebanyak 200 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tolitoli.
Kasus tersebut diperoleh baik melalui hasil skrining maupun pemeriksaan mandiri masyarakat. Namun, sebagian besar kasus masih ditemukan melalui kegiatan skrining kesehatan yang dilakukan pemerintah.
" deteksi dini sangat penting dilakukan karena HIV/AIDS dapat dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi lebih parah apabila diketahui lebih cepat dan penderita rutin menjalani pengobatan atau rutin mengkonsumsi obat HRV"Ungkapnya
HIV/AIDS sendiri merupakan penyakit menular, namun tidak mudah menyebar. Penularannya terjadi melalui hubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS, transfusi darah yang terkontaminasi, serta dari ibu kepada bayi melalui air susu ibu atau ASI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....