Hanya dalam Hitungan Menit, Makanan Ultra Proses ternyata Bisa Ganggu Fokus
- 27 Apr 2026 12:55 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Kebiasaan mengkonsumsi camilan ringan seperti keripik ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kinerja otak secara langsung. Studi terbaru mengungkap bahwa makanan ultra proses mampu menurunkan kemampuan fokus dan kecepatan berpikir, bahkan dalam waktu singkat setelah dikonsumsi.
Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Monash University dan sejumlah institusi di Brasil melibatkan lebih dari 2.100 orang dewasa paruh baya. Hasilnya menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam fungsi kognitif peserta setelah mengonsumsi makanan ultra proses, termasuk camilan seperti keripik.
dilansir dari kompas.com, Peneliti utama, Barbara Cardoso, menjelaskan bahwa efek tersebut dapat diukur secara jelas. Ia menyebutkan bahwa penurunan fokus bisa terjadi hanya dalam hitungan menit setelah makanan dikonsumsi, menunjukkan dampak cepat dari jenis makanan ini terhadap otak.
Menariknya, dampak negatif ini tetap ditemukan pada individu yang secara umum menjalani pola makan sehat, seperti diet Mediterania. Hal ini menandakan bahwa kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh pola makan keseluruhan, tetapi juga oleh tingkat pemrosesan makanan yang dikonsumsi.
Temuan tersebut memperkuat bukti dari penelitian sebelumnya mengenai menurunnya rentang perhatian manusia. Studi dari Ohio State University menyebutkan bahwa rata-rata orang dewasa kini hanya mampu mempertahankan fokus selama sekitar delapan detik. Psikiater Evita Singh menambahkan bahwa berbagai faktor dapat mempengaruhi konsentrasi, dan pola makan kini menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Selain berdampak pada fokus, konsumsi makanan ultra proses juga dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan otak jangka panjang, termasuk demensia. Studi dari Harvard Medical School pada 2022 menemukan bahwa konsumsi tinggi makanan jenis ini dapat meningkatkan risiko demensia hingga 25 persen.
Yang perlu diwaspadai, makanan ultra proses tidak selalu identik dengan makanan yang terlihat tidak sehat. Produk seperti granola bar atau makanan berbasis nabati juga bisa termasuk dalam kategori ini karena mengandung berbagai zat tambahan.
Para peneliti menduga bahwa bahan tambahan dalam makanan ultra proses menjadi faktor utama yang mempengaruhi fungsi kognitif. Temuan ini menegaskan pentingnya memperhatikan jenis makanan sehari-hari, tidak hanya dari segi nutrisi, tetapi juga dari tingkat pemrosesannya, demi menjaga kesehatan otak dan kemampuan fokus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....