Kurang Tidur Ternyata Menyebabkan Seseorang Menjadi Mudah Marah
- 26 Jan 2026 15:01 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli — Kurang tidur pada malam hari, terutama dengan durasi kurang dari empat hingga enam jam, diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya perilaku mudah marah dan agresif. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan mental serta kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi.
Hal tersebut diungkapkan dalam jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Elsevier berjudul “Studi observasional dan eksperimental tentang durasi tidur dan agresi: Tinjauan sistematis dan meta-analisis”. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa kurang tidur memiliki hubungan kuat dengan peningkatan amarah, impulsivitas, serta reaktivitas emosi.
Kelelahan akibat kurang tidur memicu peningkatan hormon stres, mengganggu regulasi emosi, serta menurunkan fungsi bagian otak yang berperan dalam pengendalian kemarahan. Tidak hanya itu, kurang tidur juga berdampak pada kesehatan fisik, seperti meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, menurunnya metabolisme tubuh, melemahnya sistem imun, hingga memicu obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan stroke.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, kurang tidur turut meningkatkan tingkat stres yang pada akhirnya menurunkan kemampuan seseorang dalam menahan emosi negatif. Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang cukup dan berkualitas menjadi langkah penting dalam menjaga kestabilan emosi serta kesehatan mental secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....