Gangguan Kecemasan dan Depresi Meningkat di Indonesia

  • 23 Jan 2026 13:50 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Data terbaru tahun 2024–2025 menunjukkan gangguan kesehatan mental masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan hasil skrining kesehatan jiwa hingga pertengahan 2025, sekitar 0,9 persen dari populasi yang diperiksa mengalami gejala kecemasan, sementara 1 persen lainnya menunjukkan gejala depresi.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan sedikitnya 28 juta warga Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari depresi, gangguan kecemasan, hingga kondisi yang lebih berat seperti skizofrenia dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, gangguan kecemasan ditandai dengan rasa cemas dan gelisah berlebihan yang muncul hampir setiap hari selama sedikitnya enam bulan. Penderita juga kerap mengalami kesulitan dalam mengendalikan perasaan cemas tersebut.

Kondisi kecemasan umumnya disertai minimal tiga gejala tambahan, seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, ketegangan otot, gangguan tidur, hingga perasaan tertekan. Jika tidak ditangani, gangguan ini dapat mempengaruhi fungsi sosial dan kinerja seseorang dalam kehidupan sehari-hari, serta bukan disebabkan oleh kondisi medis maupun gangguan mental lainnya.

Para ahli menekankan pentingnya penanganan gangguan kecemasan secara tepat dan berkelanjutan. Masyarakat yang mengalami gejala kecemasan berkepanjangan diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional agar mendapatkan penanganan yang sesuai dan mencegah risiko kondisi yang semakin memburuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....