Dominasi Kasus Bunuh Diri Pria Masih Mengkhawatirkan di Indonesia

  • 27 Nov 2025 10:22 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Angka bunuh diri di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan tinggi pada kelompok pria dibandingkan perempuan. Data Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan BRIN, mencatat 2.112 kasus bunuh diri pada periode 2012 hingga 2023. Dari jumlah tersebut, 985 kasus atau sekitar 46,63 persen terjadi pada kelompok remaja.

Sebagian besar kasus dipicu persoalan pribadi yang sulit dibagi kepada orang lain, masalah percintaan, hingga keinginan memiliki pasangan yang tak terpenuhi sehingga memicu munculnya pikiran destruktif. Kondisi ini memperlihatkan kerentanan remaja terhadap tekanan emosional yang tidak tertangani dengan baik.

Temuan serupa juga diperkuat melalui jurnal “Maskulinitas dan Intensi Mencari Bantuan pada Laki-Laki Dewasa Awal: Stigma Diri sebagai Mediasi” dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Berdasarkan data WHO tahun 2019, tingkat bunuh diri laki-laki di Indonesia tercatat 3,7 per 100.000 populasi, sementara perempuan berada pada 1,1 per 100.000 populasi. Angka tersebut menegaskan bahwa kasus bunuh diri pada pria lebih dari tiga kali lipat dibandingkan perempuan.

Penelitian itu menjelaskan bahwa norma maskulinitas yang menuntut laki-laki tampil kuat dan mampu menyelesaikan masalah sendiri membuat banyak dari mereka enggan mencari bantuan profesional. Enggannya terbuka terhadap emosi negatif membuat kelompok pria lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental.

Pakar menekankan pentingnya dukungan lingkungan yang mampu menerima dan memberikan ruang aman bagi laki-laki untuk membicarakan masalah mental yang dialami. Lingkungan yang suportif dapat mendorong pria lebih berani mencari bantuan profesional sehingga risiko munculnya dampak buruk akibat pengelolaan emosi yang tidak sehat dapat diminimalisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....