Linux Rayakan 35 Tahun, Dominasi Hampir 80 Persen Web Server

  • 28 Agt 2026 14:39 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Linux menandai 35 tahun perjalanan sejak Linus Torvalds memperkenalkan proyek sistem operasi tersebut pada Agustus 1991. Kini, Linux menjadi salah satu fondasi penting infrastruktur digital, terutama pada server, komputasi awan, perangkat bergerak, dan superkomputer.

Torvalds memperkenalkan Linux pada 25 Agustus 1991 melalui sebuah pesan di komunitas Usenet. Proyek yang awalnya dibuat sebagai hobi itu kemudian berkembang menjadi proyek perangkat lunak sumber terbuka berskala global.

Dalam perkembangannya, Linux tidak hanya digunakan pada komputer pribadi. Sistem tersebut menjadi bagian penting dari berbagai layanan internet, pusat data, komputasi awan, perangkat tertanam, dan sistem komputasi berkinerja tinggi.

Data industri yang dikutip dalam peringatan 35 tahun Linux menunjukkan sistem tersebut digunakan pada hampir 80 persen web server. Angka itu menunjukkan kuatnya posisi Linux pada infrastruktur yang menopang berbagai layanan internet.

Linux juga memiliki posisi dominan dalam dunia superkomputer. Seluruh mesin yang masuk daftar TOP500 superkomputer tercepat dunia menggunakan Linux atau sistem berbasis kernel Linux.

Pada sektor komputasi awan, Linux juga menjadi fondasi utama berbagai layanan. Linux Professional Institute mengutip studi April 2026 yang memperkirakan sekitar 90 persen infrastruktur public cloud global menggunakan Linux.

Penggunaan Linux meluas karena sistem tersebut menawarkan fleksibilitas, kemampuan penyesuaian, serta model pengembangan sumber terbuka. Karakteristik tersebut membuat Linux banyak digunakan untuk kebutuhan server dan lingkungan komputasi berskala besar.

Linux juga menjadi dasar kernel untuk sistem operasi Android yang digunakan pada miliaran perangkat. Penggunaannya meluas hingga perangkat tertanam, sistem otomotif, perangkat jaringan, dan berbagai teknologi industri.

Perkembangan Linux selama 35 tahun juga tidak terlepas dari kontribusi komunitas global. Pengembang, perusahaan teknologi, akademisi, dan komunitas sumber terbuka ikut berperan dalam pengembangan serta pemeliharaan kernel Linux.

Linux Foundation menjadikan peringatan 35 tahun Linux sebagai bagian dari rangkaian kegiatan komunitas sumber terbuka pada 2026. Salah satunya melalui Open Source Summit dan Embedded Linux Conference Europe di Praha pada Oktober mendatang.

Perayaan tersebut juga menjadi momentum untuk membahas masa depan teknologi sumber terbuka, termasuk keamanan kecerdasan buatan, komputasi awan, sistem tertanam, serta perangkat lunak untuk infrastruktur kritis.

Meski penggunaannya sangat luas, perkembangan Linux juga menghadapi tantangan keamanan. Kerentanan pada kernel dapat berdampak terhadap server, layanan awan, perangkat jaringan, sistem industri, dan berbagai perangkat yang bergantung pada Linux.

Memasuki usia 35 tahun, Linux menunjukkan bahwa proyek sumber terbuka dapat berkembang dari eksperimen seorang mahasiswa menjadi salah satu fondasi penting teknologi digital dunia. Perjalanannya juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi komunitas dalam membangun dan menjaga infrastruktur teknologi secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....