Mark Zuckerberg Minta Karyawan Meta Maksimalkan Produktivitas Era AI

  • 28 Agt 2026 14:36 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - CEO Meta Mark Zuckerberg mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari transformasi Meta menuju perusahaan yang semakin berorientasi pada AI.

Meta menjadikan “AI-driven impact” sebagai salah satu ekspektasi utama terhadap karyawan mulai 2026. Penggunaan AI diarahkan untuk membantu karyawan bekerja lebih efektif dan menghasilkan dampak yang lebih besar.

Zuckerberg sebelumnya menyampaikan bahwa Meta perlu memanfaatkan perangkat AI untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan juga ingin menggunakan peningkatan efisiensi tersebut untuk mengembangkan lebih banyak produk dan layanan.

Dorongan tersebut berlangsung ketika Meta memperbesar investasi pada teknologi AI. Perusahaan juga membangun tim dan model AI baru untuk memperkuat pengembangan produk berbasis kecerdasan buatan.

Pada Mei 2026, Meta melakukan restrukturisasi tenaga kerja yang berdampak pada sekitar 10 persen karyawan. Sekitar 8.000 pekerja terdampak, sementara ribuan lainnya dialihkan ke berbagai inisiatif yang berkaitan dengan AI.

Zuckerberg kemudian mengakui bahwa perubahan tenaga kerja tersebut tidak berjalan sepenuhnya sesuai harapan. Dalam komunikasi internal, ia menyebut Meta telah melakukan sejumlah kesalahan dalam proses transformasi tersebut.

Sementara itu, Chief Technology Officer Meta Andrew Bosworth memperjelas bagaimana perusahaan melihat keuntungan produktivitas dari AI. Dalam sesi tanya jawab dengan karyawan pada Juli 2026, ia mengatakan waktu yang dihemat melalui AI sebaiknya digunakan untuk menghasilkan lebih banyak produk.

Pernyataan Bosworth muncul setelah seorang karyawan menanyakan kemungkinan mengembalikan program Meta Days, yang sebelumnya memberikan tambahan waktu libur bagi pekerja. Bosworth menyatakan peningkatan produktivitas seharusnya diarahkan untuk menghasilkan lebih banyak pekerjaan bernilai bagi pengguna Meta.

Kebijakan tersebut menunjukkan perubahan cara Meta menilai kemampuan karyawan di tengah perkembangan AI. Penguasaan teknologi tidak hanya dipandang sebagai keterampilan tambahan, tetapi mulai dikaitkan dengan hasil kerja dan produktivitas.

Meta juga sempat menghadapi tantangan dalam penerapan AI di lingkungan internal. Pada Juni 2026, sejumlah laporan menyebut perusahaan mengevaluasi kembali proses transformasi AI setelah muncul persoalan komunikasi dan kondisi internal.

Di sisi lain, Meta terus mengembangkan teknologi AI untuk berbagai kebutuhan. Perusahaan pada 2026 memperkenalkan keluarga model Muse serta memperbarui Meta AI sebagai bagian dari visi pengembangan kecerdasan buatan yang lebih maju.

Dorongan penggunaan AI di tempat kerja menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar mulai menempatkan kemampuan memanfaatkan AI sebagai bagian penting dari produktivitas. Perubahan tersebut sekaligus mendorong karyawan untuk menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi.

Bagi karyawan, penggunaan AI bukan sekadar mempercepat penyelesaian tugas. Teknologi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pekerjaan berulang, membantu analisis, serta memberikan lebih banyak ruang untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan pengambilan keputusan.

Perkembangan di Meta memperlihatkan bahwa era AI membawa perubahan terhadap cara perusahaan mengukur produktivitas. Tantangannya adalah memastikan peningkatan efisiensi teknologi tetap diikuti pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....