Dari 5G ke 6G, Lompatan Teknologi menuju Konektivitas Cerdas
- 30 Mei 2026 17:02 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Industri telekomunikasi global mulai mempersiapkan pengembangan teknologi jaringan generasi keenam atau 6G yang diproyeksikan menjadi fondasi konektivitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komunikasi real time, dan integrasi perangkat pintar dalam skala besar.
Meski implementasi jaringan 5G masih berlangsung di banyak negara, berbagai perusahaan teknologi dan lembaga riset telah mempercepat pengembangan standar 6G yang diperkirakan mulai diperkenalkan secara komersial menjelang 2030.
Sejumlah perusahaan teknologi global seperti Ericsson, Nokia, Qualcomm, hingga NVIDIA mulai memamerkan konsep jaringan 6G dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Spanyol. Teknologi tersebut digambarkan sebagai jaringan “AI-native” yang mengintegrasikan konektivitas, komputasi, dan kecerdasan buatan secara bersamaan.
Direktur Strategi Portofolio 6G Ericsson, Marie Hogan, menyebut perkembangan 6G kini mulai bergerak dari tahap konsep menuju persiapan implementasi nyata. Menurutnya, industri telekomunikasi global mulai berfokus pada kesiapan ekosistem, standarisasi, dan transisi bertahap dari jaringan 5G menuju 6G.
Pengembangan 6G diproyeksikan menghadirkan peningkatan kecepatan transfer data, latensi sangat rendah, efisiensi energi, serta kemampuan jaringan untuk mendukung komunikasi mesin-ke-mesin secara lebih luas. Teknologi ini juga diperkirakan mendukung pengembangan kendaraan otonom, extended reality (XR), kota pintar, layanan kesehatan digital, hingga industri berbasis otomatisasi.
Selain kecepatan internet, para ahli menilai 6G akan berfokus pada kemampuan jaringan yang lebih cerdas dan adaptif. Chief Technology Officer Nokia Mobile Networks, Ari Kynäslahti, menjelaskan bahwa AI pada 6G tidak hanya menjadi fitur tambahan, tetapi akan tertanam langsung di dalam arsitektur jaringan untuk mengatur efisiensi spektrum, penghematan energi, dan pengelolaan lalu lintas data secara otomatis.
Namun demikian, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa pengembangan 6G masih menghadapi tantangan besar, mulai dari kebutuhan investasi tinggi, kesiapan regulasi, hingga skeptisisme pasar akibat pengalaman implementasi awal 5G yang dinilai belum merata di berbagai negara.
CEO SmartTech Research sekaligus analis teknologi, Mark Vena, menilai pengembangan 6G harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri, bukan hanya menawarkan peningkatan kecepatan jaringan. Ia menyebut industri telekomunikasi kini lebih berhati-hati agar pengembangan 6G tidak mengulang ekspektasi berlebihan seperti pada awal era 5G.
International Telecommunication Union (ITU) sendiri telah mendefinisikan 6G sebagai bagian dari visi “IMT 2030 and Beyond”, yakni sistem komunikasi masa depan yang mampu menghubungkan manusia, perangkat pintar, hingga sistem otomatis dalam ekosistem digital terpadu.
Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah negara mulai memperkuat riset dan kolaborasi teknologi untuk mempersiapkan infrastruktur jaringan generasi berikutnya. Para ahli memprediksi era 6G akan menjadi fondasi utama transformasi digital global dalam satu dekade mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....