World Space Week 2026 Dorong Literasi Antariksa dan STEM

  • 05 Okt 2026 12:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, BUOL — Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week (WSW) 2026 mulai berlangsung pada 4 hingga 10 Oktober. Peringatan yang digelar secara global ini menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemanfaatan antariksa bagi kehidupan manusia.

Pekan Antariksa Dunia ditetapkan untuk memperingati dua peristiwa penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Tanggal 4 Oktober memperingati peluncuran Sputnik 1 pada 1957, satelit buatan manusia pertama yang berhasil mengorbit Bumi, sedangkan 10 Oktober menandai berlakunya Outer Space Treaty atau Traktat Antariksa Luar Angkasa pada 1967.

Dalam pelaksanaannya, berbagai negara memperingati WSW melalui beragam kegiatan edukasi dan publik. Kegiatan tersebut meliputi seminar, pameran, lokakarya, pengamatan langit, kompetisi pelajar, hingga pengenalan perkembangan teknologi antariksa kepada masyarakat.

“World Space Week menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa teknologi antariksa memiliki manfaat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” demikian semangat edukasi yang diusung dalam peringatan WSW 2026.

Pemanfaatan teknologi satelit saat ini telah mendukung berbagai kebutuhan manusia, mulai dari komunikasi dan navigasi hingga pemantauan cuaca serta mitigasi bencana. Teknologi antariksa juga berperan dalam pengamatan perubahan lingkungan dan iklim sehingga membantu manusia memahami berbagai kondisi di permukaan Bumi.

Peringatan WSW juga menjadi kesempatan untuk mendorong minat generasi muda terhadap sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Pengetahuan mengenai antariksa diharapkan dapat menginspirasi pelajar untuk mengenal lebih jauh bidang astronomi, ilmu kebumian, teknologi satelit, serta penelitian dan eksplorasi ruang angkasa.

Bagi Indonesia, momentum World Space Week penting untuk memperkuat literasi antariksa di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi satelit. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan teknologi penginderaan jauh dan komunikasi satelit untuk mendukung konektivitas, pemantauan wilayah, sektor kelautan dan pertanian, hingga penanggulangan bencana.

World Space Week 2026 berlangsung selama tujuh hari, 4–10 Oktober. Peringatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perayaan atas pencapaian manusia dalam eksplorasi antariksa, tetapi juga mendorong generasi baru untuk terus mempelajari dan mengembangkan teknologi yang memberikan manfaat bagi kehidupan di Bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....