World Cleanup Day 2026 Dorong Pengurangan Sampah Makanan

  • 21 Sep 2026 11:18 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli — Hari Aksi Bersih Sedunia atau World Cleanup Day kembali diperingati pada 20 September 2026. Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah sekaligus mendorong aksi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menetapkan 20 September sebagai World Cleanup Day melalui Resolusi Majelis Umum PBB 78/122. Pada 2026, peringatan tersebut mengangkat tema “From Clean Plates to Clean Cities” atau “Dari Piring Bersih menuju Kota Bersih”.

Tema tersebut menyoroti persoalan sampah makanan dan kaitannya dengan upaya menciptakan kota yang lebih bersih, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta berkelanjutan. PBB mencatat sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang pada 2022 yang berasal dari rumah tangga, layanan makanan, dan sektor ritel.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 19 persen makanan yang tersedia bagi konsumen. Sampah makanan tidak hanya membebani sistem pengelolaan sampah, tetapi juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. PBB menyebut sekitar 60 persen sampah makanan konsumen berasal dari rumah tangga.

Karena itu, World Cleanup Day 2026 mendorong masyarakat tidak hanya melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan, tetapi juga mengurangi makanan yang terbuang, memanfaatkan kembali makanan yang masih layak, serta mengelola limbah organik secara lebih baik.

Peringatan World Cleanup Day juga menjadi bagian dari gerakan global yang melibatkan pemerintah, sekolah, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas, akademisi hingga individu. Berdasarkan data organisasi Let's Do It World, kegiatan World Cleanup Day sepanjang 2018 hingga 2025 telah melibatkan masyarakat dari ratusan negara dan wilayah. Pada 2025, sekitar 25 juta orang dari 190 negara dan wilayah tercatat berpartisipasi.

Di Indonesia, Hari Aksi Bersih Sedunia tercantum dalam daftar hari internasional PBB di Indonesia pada 20 September. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup mencatat timbulan sampah nasional pada 2023 mencapai 56,63 juta ton per tahun, dengan sekitar 60,99 persen diantaranya belum terkelola.

Peringatan World Cleanup Day 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajakan untuk memungut sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pengurangan sampah sejak dari sumber, penggunaan barang secara bijak, pemilahan sampah, serta pengelolaan limbah secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....