Parigi Moutong Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

  • 10 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL). Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, pada kegiatan pelepasan ekspedisi di Pelabuhan Kelas III Parigi, Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Selasa (7/7/2026).

Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan program Bank Indonesia bersama TNI AL yang bertujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), sekaligus memperkuat makna Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran Bupati H. Erwin Burase menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung program nasional yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Irfan Sukarna, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026.

"Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan TNI Angkatan Laut menjadi kunci keberhasilan penyediaan layanan kas di wilayah kepulauan, sehingga masyarakat tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar," ujar Mohammad Irfan Sukarna.

Pada pelaksanaan tahun ini, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar senilai Rp12,24 miliar, meningkat sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dana tersebut akan didistribusikan melalui layanan kas keliling ke lima wilayah kepulauan di Sulawesi Tengah, yakni Wakai, Walea, Salakan, Banggai, dan Bokan.

Selain memberikan layanan penukaran uang layak edar, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta pelayanan kesehatan di sejumlah pulau yang menjadi lokasi persinggahan.

Menurut Mohammad Irfan Sukarna, kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai di wilayah kepulauan masih cukup tinggi meski sistem pembayaran digital terus berkembang.

"Kami terus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar serta dapat menukarkan uang yang sudah tidak layak pakai," katanya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 melibatkan sekitar 15 pegawai Bank Indonesia dari berbagai kantor perwakilan di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi hingga ke wilayah terluar Indonesia.

Melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 diharapkan berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat kepulauan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan pelayanan publik yang merata hingga pelosok negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....