12 Dokter Internship Perkuat Layanan Kesehatan di Buol
- 16 Jun 2026 19:54 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol menerima 12 dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang akan menjalankan masa penugasan selama satu tahun di sejumlah fasilitas kesehatan daerah. Penerimaan para dokter internship tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Lantai III Kantor Bupati Buol, Senin (15/6).
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, S.H., M.H., didampingi Direktur RSUD Mokoyurli dr. Mariati A. Ismail, MARS, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Kepala Puskesmas Biau, para dokter pendamping, serta jajaran pengelola program internship.
Sebanyak 12 dokter akan ditempatkan di tiga fasilitas pelayanan kesehatan, yakni enam dokter di RSUD Mokoyurli, tiga dokter di UPTD Puskesmas Biau, dan tiga dokter lainnya di UPTD Puskesmas Lakea.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Buol sebagai lokasi pelaksanaan Program Internship Dokter Indonesia.
Menurutnya, Kabupaten Buol memiliki tantangan pelayanan kesehatan yang beragam sehingga menjadi tempat yang tepat bagi para dokter muda untuk mengembangkan kompetensi dan pengalaman profesional.
“Bersyukurlah bertugas di Buol karena tantangannya banyak. Dengan demikian, ketika menyelesaikan masa internship nanti, pengalaman dan kemampuan profesional saudara akan semakin terasah,” ujar Moh. Yamin Rahim.
Sekda juga menekankan pentingnya peran dokter internship dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk membantu percepatan penanganan stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Angka stunting di Kabupaten Buol masih menjadi perhatian serius. Kehadiran para dokter internship diharapkan dapat ikut mendukung berbagai upaya pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat dalam menurunkan angka stunting,” katanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Mokoyurli dr. Mariati A. Ismail, MARS, mengatakan bahwa program internship merupakan tahapan penting sebelum seorang dokter menjalankan praktik secara mandiri.
Menurutnya, masa penugasan di rumah sakit maupun puskesmas akan memberikan pengalaman lapangan yang berharga, baik dari sisi pelayanan klinis, etika profesi, hingga pemahaman aspek hukum dalam pelayanan kesehatan.
“Kami berharap seluruh dokter internship dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan ragu untuk belajar, berdiskusi, dan berkoordinasi dengan dokter pendamping maupun tenaga kesehatan lainnya,” ujar dr. Mariati.
Menutup kegiatan tersebut, Sekda kembali mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi selama menjalankan tugas. Pemerintah Kabupaten Buol, kata dia, akan terus memberikan dukungan agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jika terdapat hal-hal yang bersifat prinsipil selama menjalankan tugas, silakan berkoordinasi dengan kepala puskesmas, direktur rumah sakit, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah daerah. Yang terpenting, utamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat dengan sikap ramah dan profesional,” pesannya.
Melalui penempatan 12 dokter internship tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol berharap kapasitas pelayanan kesehatan di daerah semakin meningkat sekaligus menjadi sarana penguatan kompetensi bagi para dokter muda sebelum memasuki dunia praktik secara mandiri.
(Humas Pemda Buol)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....