Parigi Moutong Dorong PSN Transmigrasi dan Hilirisasi Kelapa
- 06 Jun 2026 11:49 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mempercepat pengembangan ekonomi kawasan transmigrasi melalui program hilirisasi komoditas unggulan dan pengusulan kawasan transmigrasi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Upaya tersebut diperkuat dengan kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu (3/6/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta. Salah satu fokus utama pembahasan adalah mendorong kawasan transmigrasi di Parigi Moutong agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional.
Dalam pertemuan itu, Dr. Andy Wijaya menjelaskan bahwa Kementerian Transmigrasi kini mengusung paradigma baru bertajuk “Transmigrasi Reborn” yang menitikberatkan pada penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Paradigma kami telah berubah. Jika dulu fokusnya hanya memindahkan penduduk, saat ini orientasinya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Kita ingin status sosial dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi meningkat secara nyata,” ujar Andy Wijaya.
Ia menjelaskan, terdapat lima program strategis yang akan disinergikan di Parigi Moutong, yakni Trans Tuntas untuk percepatan sertifikasi lahan transmigrasi, Trans Gotong Royong yang melibatkan perguruan tinggi dalam riset pengembangan komoditas unggulan, Trans Patriot untuk pendampingan masyarakat melalui tenaga ahli, serta Trans Karya Nusa yang berfokus pada hilirisasi dan industrialisasi komoditas lokal dengan konsep ekonomi sirkular.
Komoditas yang menjadi perhatian utama dalam pengembangan tersebut antara lain durian, kakao, dan kelapa dalam yang dinilai memiliki potensi pasar besar, termasuk untuk ekspor ke luar negeri.
Menanggapi hal itu, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk melengkapi seluruh data pendukung yang dibutuhkan dalam proses pengusulan PSN.
“Masuknya PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kami segera menyiapkan seluruh data teknis pendukung agar rencana besar bersama Kementerian Transmigrasi ini dapat benar-benar terwujud di bumi Parigi Moutong,” tegas Erwin Burase.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektar. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan 16 kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.
Bupati Erwin mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan rakyat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa program hilirisasi kelapa ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian.
“Tahun 2026 ini Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan total alokasi 500 hektare dari Kementerian Pertanian. Tahap pertama seluas 300 hektar direalisasikan hari ini, dan untuk tahap kedua seluas 200 hektar, dokumen CPCL sudah siap untuk dieksekusi pada semester II nanti,” jelas Dadan.
Setiap hektare lahan memperoleh bantuan berupa 110 bibit kelapa dalam unggul, 330 kilogram pupuk organik granula, serta dukungan biaya penanaman sebesar 15 Hari Orang Kerja (HOK) yang disalurkan langsung ke rekening kelompok tani.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta penguatan komoditas unggulan lokal, Parigi Moutong optimistis kawasan transmigrasi di wilayahnya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....