Wagub Sulteng Buka Mukerda GPdI Sulteng 2026
- 05 Mar 2026 04:18 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Tengah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Siloam Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari 48 wilayah dan 624 jemaat GPdI se-Provinsi Sulawesi Tengah tersebut menjadi forum penting untuk mengevaluasi program kerja organisasi serta merumuskan langkah strategis pelayanan gereja ke depan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik. Ia menilai Mukerda bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting dalam menentukan arah pelayanan serta memperkuat kontribusi gereja dalam pembangunan daerah.
“Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, pembentukan karakter, penguatan keluarga, serta pemberdayaan sosial,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Sulawesi Tengah merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, kerukunan umat beragama menjadi pondasi utama dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, memandang gereja sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Mukerda ini juga diharapkan menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah visioner dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan teknologi digital, perubahan sosial yang cepat, hingga dinamika ekonomi dan persoalan kemasyarakatan.
“Saya berharap melalui Mukerda ini lahir gagasan-gagasan segar, program kerja yang realistis dan berdampak, serta komitmen pelayanan yang semakin kuat,” kata Reny.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sendiri terus mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan. Oleh karena itu, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak.
“Saya juga mengajak seluruh peserta Mukerda menjadikan forum ini sebagai wadah musyawarah yang penuh hikmat, menjunjung kebersamaan, serta mengutamakan kepentingan pelayanan dan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tambahnya.