Reses DPRD Tolitoli Serap Aspirasi Pendidikan dan Disabilitas
- 18 Mei 2026 21:00 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli dari Partai Golkar, Jemi Yusuf, menggelar reses masa persidangan ke-II tahun 2026 di daerah pemilihan Baolan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Tolitoli mulai 18 hingga 23 Mei 2026 dan dihadiri sejumlah kepala OPD, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta warga Kecamatan Baolan.
Dalam kesempatan itu, Jemi Yusuf menegaskan bahwa tugas anggota DPRD adalah mendengarkan dan menyerap seluruh aspirasi masyarakat untuk menjadi bahan perhatian dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan. Ia mengatakan, setiap masukan dari masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang ada.
“Seluruh aspirasi masyarakat nantinya akan menjadi catatan penting bagi kami untuk ditindaklanjuti ke depannya,” ujar Jemi Yusuf saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan reses tersebut.

Jemi menjelaskan, pada masa reses ke-II tahun 2026 ini pihaknya akan menghadapi sistem penganggaran yang berkaitan dengan perubahan anggaran maupun penyusunan APBD tahun 2027. Menurutnya, usulan masyarakat akan dibagi dalam dua skema pembahasan.
“Pertama, usulan terhadap perubahan akan kami tampung semuanya. Kedua, usulan yang masuk dalam ruang fiskal akan menjadi bagian dari pembahasan APBD tahun 2027,” katanya.
Dalam dialog bersama masyarakat, Ketua Yayasan Jalinan Kasih, Sutra Yahya Pettadjani, menyampaikan sejumlah persoalan sosial kemasyarakatan, terutama di bidang pendidikan. Ia menyoroti adanya seorang anak berusia 15 tahun yang mengalami putus sekolah sejak duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.

Menurut Sutra, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak legislatif agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan hak memperoleh pendidikan. Ia berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian dalam pembahasan program pemerintah ke depan.
“Kami berharap melalui reses ini ada solusi nyata terhadap persoalan pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang putus sekolah,” ungkap Sutra Yahya Pettadjani.

Sementara itu, Ketua Komunitas Disabilitas Netra Center Kabupaten Tolitoli, Arifin, turut menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan kaum disabilitas. Ia berharap pemerintah daerah dan anggota legislatif dapat menjadi jembatan agar penyandang disabilitas memperoleh ruang dan kesempatan untuk terus berkarya.
“Kami ingin kesempatan bagi kaum disabilitas untuk tetap berkarya terus disuarakan dan diperhatikan oleh pemerintah maupun legislatif,” tutur Arifin.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh antusiasme. Berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Tolitoli pada tahun anggaran mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....