Mentan Amran Tindak Lanjuti Laporan Mahasiswa di Sektor Pertanian
- 07 Mei 2026 18:16 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons cepat berbagai laporan mahasiswa dalam sebuah diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026. Dalam forum tersebut, Mentan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap aduan terkait persoalan di sektor pertanian.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 118 perwakilan mahasiswa dari berbagai daerah itu menjadi ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah temuan lapangan terkait dugaan pelanggaran yang terjadi di sektor pertanian.
Salah satu laporan yang disampaikan adalah dugaan peredaran bawang merah ilegal di Sumatera Utara yang dinilai merugikan petani lokal. Menanggapi hal itu, Mentan Amran langsung melakukan komunikasi dengan pihak terkait di daerah untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Nah itu ditangkap, masukkan penjara. Kapan negeri ini bisa makmur kalau ada pembiaran? Sama dengan beternak kejahatan di republik ini,” tegas Mentan Amran dalam forum tersebut.
Laporan lain datang dari mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait kelangkaan pupuk subsidi bagi petani bawang merah. Mentan Amran menyatakan akan segera menelusuri distribusi pupuk di wilayah tersebut agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik yang disampaikan secara objektif. “Kita butuh pengkritik yang konstruktif. Bukan fitnah, tapi kritik berbasis data. Kita buka apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Koordinator BEM SI Wilayah Sumatera Utara, Muzan Mirisan, mengapresiasi langkah cepat Mentan dalam merespons laporan mahasiswa. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan di sektor pertanian.
“Kita apresiasi kepada Pak Menteri, ada beberapa yang langsung ditindaklanjuti. Kami berharap setelah kegiatan ini mafia-mafia, terutama bawang merah ilegal, bisa dibasmi,” kata Muzan.
Sementara itu, mahasiswa asal NTB, Muhammad Abdi Maludin, juga menyampaikan apresiasinya atas respons cepat pemerintah terhadap persoalan pupuk subsidi. Ia berharap langkah tersebut dapat segera berdampak langsung bagi petani di daerah. “Saya lihat Pak Menteri langsung merespon dan berkoordinasi saat itu juga. Ini yang kami harapkan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....