Mentan Amran Libatkan Mahasiswa Arahkan Masa Depan Pertanian

  • 06 Mei 2026 16:15 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menentukan arah masa depan bangsa, khususnya dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 perwakilan mahasiswa, Mentan Amran menilai generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu dibekali dengan pemahaman dan nilai positif sejak dini. “Karena ini nanti memimpin menggantikan kita. Pemimpin masa depan. Kita harus isi mereka dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas generasi. Mahasiswa, menurutnya, harus dilibatkan untuk memahami program-program strategis pemerintah serta tujuan dan capaian yang telah diraih.

“Ini tidak bisa kita bangun jalan sendirian, tapi butuh kolaborasi. Mahasiswa kita libatkan, kita beritahu apa program-program unggulan pemerintah, apa tujuannya, dan apa yang sudah dicapai hari ini,” ungkapnya.

Selain itu, Mentan Amran mendorong mahasiswa untuk memperkuat rasa nasionalisme serta berperan aktif sebagai penerus pembangunan pertanian nasional. Ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki kepercayaan diri dan semangat tinggi dalam meraih cita-cita. “Cita-cita digantung setinggi-tingginya, dikejar jangan diam. Anda yang menentukan nasib anda,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam mengawasi jalannya program pemerintah. Menurutnya, kritik konstruktif yang berbasis data dan fakta sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan kebijakan yang ada. “Negara butuh kritik konstruktif. Kalau ada yang keliru, ayo kita sempurnakan,” katanya.

Mentan Amran turut menyinggung potensi besar hilirisasi sektor pertanian, termasuk komoditas strategis seperti sawit, yang dinilai akan menjadi ruang bagi generasi muda di masa depan. Ia menyebut nilai tambah dari program tersebut dapat mencapai sekitar Rp1.000 triliun dan diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan nasional berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....