Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Kampus Didorong Hilirisasi

  • 13 Apr 2026 17:19 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian stok beras nasional yang diproyeksikan menembus 5 juta ton harus diikuti peran aktif kampus dalam mendorong inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Idul Fitri FunFest 2026 yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.

Mentan Amran menyebutkan, Indonesia telah mencapai swasembada pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Peningkatan produksi beras dalam negeri membuat negara tidak lagi bergantung pada impor, bahkan berdampak pada pasar global.

“Sekarang, bulan ini, insya Allah, 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Amran. “Dulu kita impor 7 juta ton beras. Sekarang kita tidak impor. Dampaknya, harga pangan dunia turun.”

Menurut Amran, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. “Ini kerja kita semua. Ini kerja bersama. Bukan saya,” tegasnya.

Meski begitu, Amran menekankan tantangan ke depan bukan hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada pemanfaatan inovasi yang melibatkan kampus secara nyata. “Kampus harus hadir dengan aksi nyata, bukan seremoni,” katanya.

Ia menilai riset di kampus sudah baik, tetapi masih lemah pada aspek hilirisasi dan pemasaran inovasi. “Kelemahan kita di kampus adalah tidak mampu mengkomunikasikan apa yang kita ciptakan dan harus melihat pasar,” ungkapnya.

Amran mendorong ITS untuk mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan teknologi yang digunakan masyarakat, termasuk alat mesin pertanian dan kendaraan listrik. “Kita ingin ke depan, yang mensuplai traktor, alat pertanian, itu dari ITS. Pasti bisa,” ujarnya, sambil menyinggung pengembangan traktor perahu ITS yang perlu disempurnakan dan diproduksi massal.

Menutup sambutannya, Mentan mengajak seluruh kampus dan alumni bergerak bersama dalam hilirisasi berbasis kebutuhan nasional. “Ayo kita bergerak di hilirisasi, meneliti sesuai kebutuhan negara,” pungkasnya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi demi kemandirian pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....