Mentan Pastikan Ketersediaan Beras Aman Sepanjang Tahun
- 06 Mar 2026 16:35 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data per Maret 2026, ketersediaan pangan, khususnya beras, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pertanian, menurut Mentan Amran, produksi beras nasional saat ini berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dibandingkan konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional tercatat mencapai 27,99 juta ton, terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,5 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
“Jika dilihat dari data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jumat (6/3/2026).
Ia menambahkan, produksi beras nasional menunjukkan tren yang sangat positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai 16,92 juta ton, dengan rata-rata bulanan 2,6 hingga 5,7 juta ton.
“Tingginya produksi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional tetap kuat meski menghadapi berbagai tantangan global. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.
Stok beras pemerintah yang dikelola BULOG juga terus meningkat. Saat ini, stok BULOG telah mencapai 3,7 juta ton dan diperkirakan bisa menembus 5 juta ton dalam dua bulan kedepan seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim. Salah satunya adalah program pompanisasi lahan seluas 1,2 juta hektare, yang akan ditambah 1 juta hektar pada tahun ini. Pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan untuk 1 juta hektare lahan agar pasokan air bagi tanaman padi tetap terjaga.
“Potensi kekeringan sudah kami antisipasi sejak awal. Tahun lalu 1,2 juta hektare, dan tahun ini akan ditambah 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ujarnya.
Kondisi komoditas pangan lain, seperti ayam dan telur, juga tercatat surplus, memperkuat stabilitas pangan nasional. Selain itu, ketersediaan pupuk juga aman, bahkan harganya turun sekitar 20 persen, yang diharapkan menjadi motivasi bagi petani untuk menanam lebih banyak.
“Ketersediaan pupuk cukup, dan harganya turun 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” tambah Mentan Amran.
Mentan Amran menegaskan, meski dunia menghadapi dinamika geopolitik dan potensi fenomena iklim seperti El Nino, kondisi pangan nasional tetap stabil. Optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi strategi penting dalam menjaga produksi saat musim kering.
“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan,” pungkasnya.