Pengembang Perumahan Buol Ungkap Strategi Hadapi Inflasi
- 12 Jul 2025 19:09 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Kegiatan usaha pembangunan rumah hunian sangat dipengaruhi oleh perhitungan biaya material dan jasa pembuatan. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana pengembang perumahan dapat mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan seperti semen, besi, dan kayu, termasuk dampak dari kenaikan biaya jasa tukang.
Inflasi yang terus bergerak naik memang menjadi tantangan besar di sektor konstruksi. Namun, tidak semua pengusaha menganggapnya sebagai kendala utama. Hal ini disampaikan oleh Risman Anas, seorang pengusaha pengembang perumahan di Kabupaten Buol, yang menyatakan bahwa dampak inflasi terhadap usahanya masih bisa dikendalikan.
“Kalau mau bilang terdampak inflasi ya tidak juga. Karena berdasarkan pengalaman saya terhadap proyek perumahan yang saya kerjakan, sebenarnya tidak ada masalah. Hanya saja yang sering menjadi kendala para pengembang perumahan itu adalah seperti penundaan pekerjaan serta pembengkakan biaya,” ungkap Risman kepada rri.co.id, Sabtu (12/07/2025).
Ia menambahkan bahwa kunci utama dalam menghadapi fluktuasi harga bahan bangunan adalah perencanaan yang matang. Strategi keuangan, pengadaan bahan lebih awal, serta efisiensi pelaksanaan proyek menjadi bagian penting dalam mengantisipasi gejolak ekonomi yang dapat berdampak pada proyek pembangunan.
Risman juga mengimbau agar para pengembang dan masyarakat yang tengah merencanakan pembangunan rumah dapat menyusun strategi yang cermat agar tidak terdampak secara signifikan oleh lonjakan harga material maupun kenaikan upah pekerja. Hal ini penting guna menjaga keberlanjutan proyek dan menghindari kerugian yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....