Kenapa Lari Marathon Makin Populer di Indonesia 2026?
- 29 Mei 2026 20:24 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Fenomena lari marathon dan half marathon di Indonesia terus mengalami peningkatan sepanjang 2026. Dari Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Bali, berbagai event lari dipadati ribuan peserta dari beragam usia. Tidak lagi sekadar olahraga, marathon kini telah berubah menjadi gaya hidup baru masyarakat urban.
Melansir Female Daily, sejumlah event besar bahkan mencatat lonjakan peserta signifikan tahun ini. Ajang Planet Sports Run 2026 misalnya berhasil menarik lebih dari 8.000 peserta, naik dibanding tahun sebelumnya. Sementara ISOPLUS Run Series 2026 menargetkan hingga 17.000 pelari di Jakarta dan Surabaya.
Lari Jadi Gaya Hidup Sehat Anak Muda
Meningkatnya kesadaran hidup sehat menjadi salah satu faktor utama tren ini. Banyak anak muda mulai menjadikan lari sebagai rutinitas harian karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya mahal.
Selain menjaga kebugaran, lari juga dianggap efektif untuk mengurangi stres di tengah aktivitas perkotaan yang padat. Tren “healing sambil olahraga” ikut mendorong popularitas olahraga ini di media sosial.
Komunitas lari pun tumbuh pesat di berbagai kota. Program “Road to Marathon in Berlin 2026” bahkan melibatkan sejumlah komunitas besar seperti RIOT Indonesia, TNG Runner, hingga Run on Bali.
Media Sosial Ikut Mendorong Tren Marathon
Popularitas marathon juga dipengaruhi media sosial. Banyak pelari membagikan progres latihan, race medal, hingga pengalaman mengikuti event di TikTok dan Instagram.
Fenomena ini membuat olahraga lari terlihat lebih menarik dan dekat dengan gaya hidup modern. Tidak sedikit masyarakat yang awalnya hanya ikut “fun run”, kemudian mulai mencoba kategori 10K hingga full marathon.
Di berbagai komunitas online, marathon kini juga menjadi sarana membangun relasi sosial dan networking. Namun di sisi lain, sebagian netizen menilai tren ini mulai identik dengan gaya hidup premium karena perlengkapan lari yang semakin mahal.
Event Lari Kini Jadi Wisata Baru
Tren sport tourism atau wisata olahraga ikut mempercepat pertumbuhan marathon di Indonesia. Banyak peserta sengaja datang ke kota tertentu untuk berlibur sekaligus mengikuti event lari.
Beberapa penyelenggara mulai menggabungkan konsep olahraga dengan destinasi wisata alam dan budaya. Event seperti Pocari Sweat Run dan Maybank Marathon di Bali menjadi contoh bagaimana marathon mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Konsep serupa juga mulai berkembang melalui event lintas destinasi yang terinspirasi World Marathon Majors.
Indonesia Mulai Dilirik Dunia Marathon
Penyelenggaraan event marathon di Indonesia kini semakin serius dengan standar internasional. BTN Jakarta International Marathon 2026 bahkan menargetkan 40.000 peserta nasional dan internasional.
Pemerintah daerah juga mulai melihat marathon sebagai peluang ekonomi baru melalui sektor hotel, kuliner, dan transportasi.
Melihat tren yang terus meningkat, banyak pihak memprediksi olahraga lari masih akan menjadi salah satu gaya hidup paling populer di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....