Capsule Wardrobe, Solusi Untuk Mengurangi Belanja Impulsif

  • 21 Apr 2025 13:54 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli : Zaman yang serba cepat dan pertukaran informasi semakin mudah menawarkan berbagai tren dan minat baru. Dalam hal fashion atau pakaian, saat muncul tren baru, sebagian orang membeli baju secara impulsif karena dorongan "Fomo" atau ketakutan akan ketinggalan tren atau gaya yang hits pada saat itu, hingga baju tersebut jarang digunakan yang berujung hanya ditumpuk. Maka, solusi untuk mengatasi hal ini dengan mengikuti gaya hidup Capsule Wardrobe.

Dikutip dari artikel Italian Fashion, School, Capsule wardrobe adalah pendekatan sederhana terhadap fashion yang menekankan kepada kepemilikan pakaian yang berkualitas tinggi, serbaguna dan dapat saling kombinasi. Ide utamanya adalah memiliki koleksi pakaian yang terdiri dari beberapa item inti yang dapat dipadu-padankan dengan mudah, memberikan berbagai opsi gaya dengan jumlah pakaian yang minimal.

Dirangkum dari pernyataan Dino Augusto, seorang Fashion Scholar dan digital personality, dalam platform media sosial Instagram, Capsule Wardrobe yaitu komitmen untuk mempunyai 30 hingga 40 barang, yang mungkin terdiri dari 3 atasan, 3 bawahan, 2 luaran, 2 celana pendek, 2 celana panjang, 2 sepatu, 2 tas, yang warnanya netral dan bisa dikombinasikan satu dengan yang lainnya. Jika ingin menambahkan satu barang baru, maka satu barang lainnya dikeluarkan dari Capsule Wardrobe. Kegiatan ini jika dilakukan terus menerus dan berulang dapat mendukung hidup minimalis.

Kita tidak perlu memiliki semua warna atau baju yang sedang tren saat itu, namun pilihlah pakaian berwarna netral yang cocok digunakan dengan gaya apa saja agar lebih mudah dipadupadankan. Contohnya kemeja putih dan celana panjang kain untuk kegiatan yang bersifat formal seperti ke kantor dan dapat dipadukan dengan celana jeans untuk kegiatan yang lebih santai. Selain itu, lakukan pengecekan secara berkala dan perbaharui capsule wardrobe kita. Tambahkan item baru dengan bijak untuk menyesuaikan dengan perubahan gaya hidup atau musim. Pertimbangkan untuk memisahkan barang yang sudah jarang atau tidak terpakai lagi dengan menjualnya kembali atau menyumbangkannya ke badan amal. Dengan begitu, pakaian dalam lemari semua akan dimanfaatkan dengan baik dan mengurangi pembelian baju secara tidak bijak untuk menghindari pemborosan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....