Beli Barang Masa Kecil Bukan Boros, tapi Cara Sederhana Bahagiakan Inner Child
- 25 Apr 2026 08:57 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Membeli barang yang diinginkan sejak kecil sering kali dianggap sebagai bentuk pemborosan, terutama ketika barang tersebut bukan kebutuhan utama. Namun, di balik kebiasaan ini, terdapat sisi psikologis yang menarik untuk dipahami. Bagi sebagian orang, hal tersebut justru menjadi cara sederhana untuk membahagiakan inner child atau “anak kecil” dalam diri mereka.
Pengalaman masa kecil kerap meninggalkan jejak emosional yang kuat. Keinginan-keinginan sederhana yang dulu tidak terpenuhi. seperti membeli jajanan tertentu, memiliki mainan favorit, atau sekadar barang lucu yang sering kali terbawa hingga dewasa. Ketika seseorang telah memiliki penghasilan sendiri, keinginan tersebut akhirnya dapat diwujudkan tanpa batasan seperti saat kecil.
Konsep inner child sendiri merujuk pada bagian dari diri seseorang yang menyimpan pengalaman, emosi, serta pola pikir yang terbentuk sejak masa kanak-kanak. Setiap individu memiliki inner child, meskipun pengalaman yang membentuknya berbeda-beda. Hal ini menjelaskan mengapa banyak orang dewasa merasa senang ketika membeli barang yang mengingatkan mereka pada masa kecil.
Salah satu contohnya adalah jajanan atau camilan yang dulu dianggap mahal. Dahulu, sebagian orang hanya bisa melihatnya melalui iklan atau etalase toko. Kini, ketika mampu membeli, bukan hanya rasa yang dinikmati, tetapi juga kepuasan emosional karena akhirnya dapat memiliki sesuatu yang dulu hanya menjadi keinginan.
Hal serupa juga terjadi pada mainan atau barang hobi. Jika dulu memiliki mainan tertentu terasa sulit, kini banyak orang dewasa justru mulai mengoleksinya. Fenomena ini menciptakan ironi tersendiri: saat kecil memiliki banyak waktu tetapi tidak memiliki uang, sementara saat dewasa memiliki uang namun waktu justru terbatas.
Selain itu, barang estetik atau printilan lucu juga menjadi bagian dari tren ini. Meski secara fungsi tidak selalu penting, barang-barang tersebut memberikan kepuasan emosional tersendiri. Membelinya sering kali terasa seperti memenuhi keinginan kecil yang sempat tertunda.
Merawat inner child dinilai penting karena dapat memberikan rasa nyaman dan nostalgia. Di tengah tekanan hidup dan tanggung jawab yang semakin besar, hal-hal sederhana dari masa kecil dapat menjadi pelarian sejenak yang menenangkan. Bahkan, bagi sebagian orang, ini juga menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan emosional yang mungkin dulu tidak terpenuhi.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan ini tetap perlu dilakukan secara bijak. Membeli barang untuk membahagiakan diri sendiri sah-sah saja, selama tidak mengganggu kondisi keuangan.
Pada akhirnya, membahagiakan inner child bukanlah soal besar atau kecilnya barang yang dibeli, melainkan tentang bagaimana seseorang memberi ruang bagi dirinya untuk merasakan kebahagiaan sederhana, tanpa melupakan tanggung jawab sebagai orang dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....