Terjebak Trauma Bond dalam Hubungan Toksik

  • 14 Mar 2026 21:38 WIB
  •  Toli Toli

RR.CO.ID,Tolitoli - Fenomena trauma bond relationship atau trauma bonding semakin sering dibahas dalam isu kesehatan mental dan hubungan percintaan. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang tetap merasa terikat secara emosional dengan pasangan yang sebenarnya sering menyakiti, memanipulasi, atau memperlakukan mereka secara tidak sehat.

Konsep trauma bonding pertama kali diperkenalkan oleh pakar hubungan dan kecanduan Patrick Carnes. Ia menjelaskan bahwa trauma bond terbentuk melalui pola hubungan yang berulang antara perlakuan buruk dan momen kasih sayang. Siklus tersebut membuat korban merasa bingung secara emosional dan sulit meninggalkan hubungan.

Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, trauma bonding biasanya muncul dalam hubungan yang penuh manipulasi, kekerasan emosional, hingga kontrol berlebihan. Meskipun korban sering disakiti, mereka tetap bertahan karena berharap pasangan akan berubah atau karena sudah merasa terlalu terikat secara emosional.

Beberapa tanda seseorang mengalami trauma bond antara lain sulit meninggalkan pasangan meskipun sering disakiti, membela perilaku buruk pasangan, serta merasa bersalah ketika mencoba menjauh dari hubungan tersebut. Kondisi ini juga sering disertai rasa takut kehilangan atau kesepian.

Lembaga kesehatan dunia World Health Organization menyebutkan bahwa hubungan yang tidak sehat dapat berdampak besar pada kesehatan mental, seperti meningkatkan risiko stres, kecemasan, hingga depresi. Karena itu, para ahli menyarankan agar seseorang mulai mengenali pola hubungan yang tidak sehat sejak dini.

Psikolog menyarankan langkah awal untuk keluar dari trauma bond adalah menyadari pola hubungan yang merugikan, membangun dukungan dari keluarga atau teman, serta mencari bantuan profesional seperti konseling atau terapi.

Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental diharapkan dapat membantu banyak orang memahami bahwa hubungan yang sehat seharusnya dibangun atas dasar saling menghargai, rasa aman, dan dukungan emosional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....