“Sesi Potret”, Lagu Enau Tentang Rindu dan Penyesalan yang Datang Terlambat
- 26 Feb 2026 17:03 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Lagu “Sesi Potret” karya musisi Indie Putra Permana atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Enau menghadirkan kisah emosional tentang rindu, kehilangan, dan penyesalan seorang anak kepada sosok yang telah lebih dahulu berpulang.
Lagu yang dirilis pada akhir Januari 2026 ini, dengan nuansa musik pop akustik yang sederhana, “Sesi Potret” menjadi salah satu lagu yang kuat secara lirik maupun emosi. Lagu ini menggambarkan realitas banyak perantau yang menunda pulang karena keterbatasan ekonomi, hingga akhirnya kehilangan kesempatan terakhir untuk bertemu orang tercinta.
Pada bagian awal lagu, Enau menghadirkan narasi seorang anak yang sebelumnya tidak mampu pulang kampung karena penghasilan yang belum mencukupi. Namun ketika kondisi ekonomi mulai membaik dan kesempatan pulang akhirnya datang, kenyataan pahit justru menanti.
Tokoh dalam lagu tersebut mendapati orang yang ingin ditemuinya telah lebih dulu “pulang”, sebuah metafora meninggal dunia yang disampaikan secara halus namun menyentuh.
Lirik seperti “Ku bertamu ke rumah barumu, tak ada kamu, hanya papan dan namamu” mempertegas suasana kehilangan ketika kunjungan yang diharapkan menjadi pertemuan hangat berubah menjadi ziarah penuh penyesalan.
Secara musikal, Enau mempertahankan ciri khas aransemen minimalis dengan dominasi gitar akustik dan vokal emosional. Pendekatan sederhana ini justru memperkuat fokus pendengar terhadap cerita yang dibangun melalui lirik.
Tema kehilangan keluarga, khususnya sosok orang tua, menjadi alasan lagu ini mudah diterima pendengar. Banyak pendengar mengaitkan cerita dalam “Sesi Potret” dengan pengalaman pribadi tentang jarak, kesibukan kerja, serta rasa bersalah yang sering datang setelah kehilangan terjadi.
Bagian klimaks lagu hadir pada lirik “Sesi potret yang selalu ku benci”, yang merujuk pada momen foto keluarga tanpa kehadiran sosok penting di dalamnya. Adegan tersebut menjadi simbol perubahan permanen dalam kehidupan seseorang setelah ditinggalkan orang tercinta.
Selain berbicara tentang duka, lagu ini juga menyoroti makna keikhlasan. Enau menegaskan bahwa menerima kehilangan bukan proses mudah, bahkan bagi banyak orang rasa ikhlas sering kali datang terlambat.
Melalui “Sesi Potret”, Enau menghadirkan karya reflektif yang mengajak pendengar menghargai waktu bersama keluarga selagi masih ada kesempatan. Lagu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan dan pencapaian materi tidak selalu mampu menggantikan kehadiran orang yang dicintai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....