Dr. Tirta Soroti Kesenjangan dan Budaya Baca Nasional

  • 27 Jun 2025 05:37 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Isu pendidikan kembali menjadi topik hangat dalam Podcast Endgame episode ke-218 yang dipandu oleh Gita Wirjawan. Dalam episode yang bertajuk “Bagi Dr. Tirta, Kepintaran Tidak Pernah Cukup”, hadir Dr. Tirta Mandira Hudhi sebagai narasumber yang menyampaikan berbagai keprihatinannya, terutama terkait rendahnya budaya membaca dan ketimpangan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dokter sekaligus pebisnis itu mengungkapkan bahwa budaya membaca belum mengakar kuat di masyarakat, bukan hanya karena minat baca yang rendah, melainkan juga karena minimnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas, khususnya di lingkungan sekolah.

“Jadi, untuk meningkatkan IQ, menurut saya tantangannya ada tiga: diri kita sendiri, lingkungan kita, dan terakhir, pemerintah. Kita kurang memiliki kebiasaan membaca karena kita kurang memiliki perpustakaan di sekolah. Dan membaca identik dengan buku-buku akademis. Padahal, buku yang seharusnya dibacakan sejak dini adalah buku-buku pengetahuan, bukan akademis. Itu yang saya lakukan pada anak saya,” ujarnya. (26/6/2025)

Dr. Tirta juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kebiasaan membaca, serta lingkungan yang mendorong komunikasi terbuka. Ia menyampaikan bahwa sejak dini anak-anak harus dikenalkan pada buku pengetahuan yang memantik rasa ingin tahu dan berpikir kritis.

Lebih jauh, ia menyoroti tanggung jawab negara dalam memastikan pemerataan pendidikan. Ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta, serta perbedaan fasilitas pendidikan antara wilayah barat dan timur Indonesia, disebutnya sebagai tantangan besar yang harus diselesaikan.

“Selama kita masih membandingkan sekolah negeri dan swasta, Jawa dan Papua, kesenjangan pengetahuan akan sangat besar. Jika kita ingin maju sebagai negara dan bertujuan untuk generasi emas pada tahun 2045, anggaran harus digunakan untuk meratakan kualitas pendidikan dari Sabang sampai Merauke. Itu saja, masalah terpecahkan,” tegas Dr. Tirta.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan. Menurutnya, guru yang mendapatkan sistem remunerasi yang layak akan lebih mampu mendidik generasi masa depan dengan penuh dedikasi. Konsistensi kebijakan pendidikan lintas pemerintahan juga menjadi sorotan penting agar arah pembangunan sumber daya manusia tidak terputus karena pergantian kepemimpinan.

Podcast ini menjadi pengingat akan urgensi reformasi menyeluruh dalam sektor pendidikan Indonesia demi mencapai cita-cita generasi emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....