Lapas Tolitoli Beri ILB Bagi WBP yang Keluarganya Sakit

  • 14 Mar 2026 15:34 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli, memberikan Izin Luar Biasa (ILB) kepada salah satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjenguk anggota keluarganya yang tengah berjuang melawan sakit keras, Jumat, 13 Maret 2026.

Pada pukul 14.25 WITA, petugas Lapas Kelas IIB Tolitoli, melaksanakan pengawalan terhadap WBP, Rudy bin Husein, yang diberikan kesempatan untuk menjenguk saudara kandungnya yang sedang dalam kondisi sakit keras.

Adapun, pelaksanaan pengawalan dilakukan secara profesional oleh petugas Lapas Kelas IIB Tolitoli, dengan dukungan dua personel Brimob Toli Toli, guna memastikan seluruh proses berjalan dengan aman, tertib, serta sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku.

Di tengah suasana Ramadhan yang sarat makna pengampunan dan kasih sayang, momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik status sebagai warga binaan, mereka tetaplah manusia yang memiliki rasa rindu, harapan, dan ikatan keluarga yang tak terputus oleh tembok pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan bahwa pemberian ILB merupakan bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, terlebih di bulan suci Ramadhan yang identik dengan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

“Pemasyarakatan, tidak hanya berbicara tentang pembinaan dan pengamanan, tetapi juga tentang kemanusiaan. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami berupaya memberikan ruang empati bagi warga binaan yang menghadapi situasi keluarga yang sangat mendesak, tentu dengan tetap menjalankan pengawasan secara ketat,” ujarnya.

Salah satu petugas pengawal, I Gede Ardi Pramesta, mengungkapkan momen pengawalan tersebut memberikan makna tersendiri bagi petugas yang menjalankan tugas di lapangan, terlebih dalam suasana Ramadhan yang penuh nilai kepedulian.

“Sebagai petugas, kami tetap menjalankan tugas pengamanan sesuai prosedur. Namun di sisi lain, kami juga manusia yang bisa merasakan betapa beratnya berada jauh dari keluarga, apalagi ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit. Di bulan Ramadhan ini, melihat seorang warga binaan diberi kesempatan menjenguk saudaranya menjadi pengingat bagi kami bahwa nilai kemanusiaan harus selalu hadir dalam setiap tugas yang kami jalankan,” ucapnya.

Sementara itu, Rudy bin Husein, dengan penuh rasa syukur menyampaikan terima kasih kepada pihak Lapas, yang telah memberikan izin untuk menjenguk saudaranya.

“Di bulan Ramadhan, kesempatan ini seperti jawaban doa bagi saya. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang sudah memberikan saya kesempatan untuk melihat saudara saya yang sedang sakit. Momen ini sangat berarti bagi saya dan menjadi pengingat agar saya bisa menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan pengawalan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali. Hal tersebut, menunjukkan sinergi yang baik antara petugas pemasyarakatan dan aparat pengamanan dalam menjalankan tugas negara sekaligus menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui langkah itu, Lapas Kelas IIB Tolitoli, menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga menghadirkan nilai empati, kepedulian dan kemanusiaan, sebagaimana makna Ramadhan yang sesungguhnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....