Hati-Hati Hepatitis Mengintai Gaya Hidup Anak Muda

  • 28 Jul 2025 14:58 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Peringatan Hari Hepatitis Sedunia menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan bahaya laten penyakit hepatitis yang kerap luput dari perhatian. Di tengah gaya hidup modern yang serba bebas dan ekspresif, tersembunyi risiko penularan hepatitis yang bisa mengancam jiwa.

Virus hepatitis, terutama tipe B dan C, menyebar melalui darah, cairan tubuh, dan alat yang terkontaminasi. Aktivitas seperti membuat tato atau tindik di tempat yang tidak steril, penggunaan narkoba suntik, hingga hubungan seksual tanpa pengaman menjadi jalur penularan utama.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 orang di dunia pernah terinfeksi virus hepatitis. Di Indonesia sendiri, lebih dari 20 juta orang hidup dengan hepatitis B atau C, banyak di antaranya tidak menyadari infeksi ini hingga penyakit berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

"Anak muda sering merasa sehat, padahal bisa saja sudah terpapar hepatitis sejak lama," jelas salah satu tenaga kesehatan di Tolitoli. “Virus ini bisa mengendap bertahun-tahun tanpa gejala yang jelas.”

Ironisnya, kesadaran untuk melakukan skrining hepatitis atau vaksinasi masih rendah di kalangan remaja dan dewasa muda. Padahal, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksin, dan hepatitis C kini bisa disembuhkan dengan obat yang tersedia di Indonesia.

Kampanye Hari Hepatitis Sedunia tahun ini mengajak semua pihak, terutama kaum muda, untuk lebih waspada dan bertindak preventif melalui gaya hidup sehat, penggunaan alat steril, seks aman, serta tes darah secara rutin.

“Hepatitis bukan hanya ancaman bagi kalangan tertentu, tapi bisa menyerang siapa saja bahkan mereka yang tampak sehat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....