Batang Kayu Cengkeh Dimanfaatkan Jadi Kayu Bakar, Ibu Ningsi Jual Rp25 Ribu per Ikat
- 27 Agt 2026 12:18 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli - Batang kayu cengkeh yang sudah tidak digunakan setelah proses pemangkasan atau peremajaan tanaman kini masih memiliki nilai guna bagi masyarakat. Salah satunya dimanfaatkan sebagai kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Pemanfaatan tersebut menjadi salah satu cara sederhana untuk mengubah sisa batang dan ranting menjadi bahan bakar yang masih memiliki nilai ekonomi.
Kayu cengkeh diketahui dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa. Bahkan, penelitian dari Universitas Sam Ratulangi pernah mengkaji penggunaan kayu cengkeh sebagai bahan bakar pada kompor biomassa dan menyebutkan bahwa bahan bakar kayu cengkeh dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam kegiatan memasak.
Di tengah masih adanya masyarakat yang menggunakan tungku berbahan bakar kayu, keberadaan kayu cengkeh menjadi salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan. Batang yang telah dipotong dan dikeringkan dapat digunakan sebagai kayu bakar, sehingga tidak hanya menjadi sisa tanaman yang dibiarkan begitu saja.
Peluang tersebut juga dimanfaatkan oleh Ibu Ningsi yang menjual kayu bakar melalui salah satu media sosialnya.sabtu 22/08/2026 Kayu bakar yang ditawarkan berasal dari batang kayu cengkeh yang telah dipotong dan disiapkan dalam bentuk ikatan sehingga lebih mudah dibawa dan digunakan oleh pembeli.
Untuk satu ikat, Ibu Ningsi menjual kayu bakar tersebut dengan harga Rp25 ribu.
"untuk harga saya jual untuk perikatnya Rp 20.000 rupiah "ucap bu ningsi
untuk Penjualan melalui media sosial membuat pembeli lebih mudah mengetahui ketersediaan kayu bakar sekaligus harga yang ditawarkan tanpa harus datang langsung untuk mencari.batang kayu cengkeh dapat digunakan sebagai kayu bakar untuk kebutuhan memasak. Kayu cengkeh yang berasal dari batang atau ranting hasil pemangkasan memiliki tekstur yang cukup keras sehingga dapat menghasilkan panas yang baik saat dibakar.
Pemanfaatan batang kayu cengkeh sebagai kayu bakar juga menunjukkan bahwa bagian tanaman yang sebelumnya dianggap tidak lagi bernilai masih dapat memberikan manfaat ekonomi. Universitas Negeri Yogyakarta mencatat bahwa batang atau ranting cengkeh memiliki karakteristik kayu yang keras dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Bagi sebagian masyarakat, kayu bakar masih menjadi salah satu alternatif bahan bakar untuk kegiatan memasak. Sejumlah penelitian mengenai penggunaan kayu bakar di rumah tangga juga menunjukkan bahwa kayu bakar digunakan untuk berbagai aktivitas memasak, terutama di wilayah yang masyarakatnya masih memiliki akses terhadap sumber kayu.
Dengan harga Rp25 ribu per ikat, usaha yang dilakukan Ibu Ningsi menjadi contoh kecil bagaimana sisa batang kayu cengkeh dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Selain membantu menyediakan alternatif bahan bakar bagi masyarakat, pemanfaatan tersebut juga dapat menjadi peluang usaha bagi warga yang memiliki akses terhadap batang atau ranting cengkeh yang sudah tidak digunakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....