Nasi Goreng Bandung Mas Tajudin, Bertahan dan Kian Diminati
- 23 Jul 2026 13:42 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Nasi goreng menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat yang tidak pernah kehilangan penggemar. Di Kabupaten Tolitoli, salah satu penjual yang cukup dikenal adalah Nasi Goreng Bandung Mas Tajudin yang berlokasi di Jalur Dua Usman Binol. Berkat cita rasa khas dan porsi yang melimpah, usaha kuliner ini telah memiliki banyak pelanggan setia.
Mas Tajudin mengatakan dirinya telah menetap berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 2016. Pada awal merintis usaha, jumlah pelanggan belum sebanyak sekarang. Bersama sang istri, ia berjuang membangun usaha dari nol dengan berbagai keterbatasan.
"Saya kalau menetap jualan di sini sejak tahun 2016 sampai sekarang. Awalnya tidak seramai sekarang karena belum terlalu dikenal. Saya dibantu istri jualan sampai tengah malam. Anak saya kadang tidur di gerobak karena tidak tega ditinggal di rumah," ujar Tajudin kepada RRI, Selasa (22/7/2026).
Perjalanan menjalankan usaha kuliner tidak selalu mudah. Berbekal sebuah gerobak sederhana serta meja dan kursi seadanya, Tajudin setiap hari mulai berjualan sejak pukul 16.00 WITA hingga dagangannya habis. Ketekunan dan konsistensi dalam menjaga kualitas rasa menjadi kunci usahanya terus berkembang.
Seiring berjalannya waktu, Nasi Goreng Bandung Mas Tajudin semakin dikenal masyarakat. Banyak pelanggan yang datang karena menyukai cita rasa nasi goreng yang khas dengan porsi yang dinilai cukup besar, sehingga menjadi pilihan untuk makan malam bersama keluarga maupun teman.
Tajudin mengungkapkan, dalam satu hari istrinya memasak sekitar 17 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan penjualan. Meskipun usaha berjalan lancar, ia mengakui kenaikan harga sejumlah bahan baku memaksa dirinya melakukan penyesuaian harga jual.
"Untuk sekali jualan istri saya memasak 17 kilogram beras. Saat ini Alhamdulillah jualan lancar, cuma memang harga nasi goreng naik. Dulu paket lengkap pakai telur Rp15 ribu per porsi, sekarang menjadi Rp20 ribu per porsi. Kalau tanpa tambahan telur tetap Rp15 ribu per porsi, karena harga telur, beras, dan bahan lainnya juga naik," jelasnya.
Bagi Tajudin, usaha nasi goreng bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi jalan untuk membangun masa depan keluarga. Hasil usaha tersebut mampu membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha. Menurutnya, pekerjaan apa pun akan memberikan hasil yang baik apabila dijalani dengan ikhlas, penuh kesabaran, dan konsisten melalui setiap proses yang ada. Semangat tersebut menjadi modal utama yang membuat usahanya mampu bertahan hingga kini meski harus menghadapi tantangan, termasuk cuaca hujan maupun kenaikan harga bahan pokok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....