13 Tahun Berjualan, UMKM Kuliner Tuweley Biayai Anak hingga Sarjana
- 25 Jun 2026 13:39 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bidang kuliner terus berkembang di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Salah satu pelaku usaha yang konsisten bertahan adalah pasangan suami istri, Siti Wahdah (52) dan Muhardi, yang telah berjualan aneka makanan masak selama 13 tahun di Kelurahan Tuweley, tepatnya di kompleks Kantor Kelurahan Tuweley.
Setiap hari, keduanya menyediakan berbagai menu seperti sayur tumis, sayuran bersantan, ikan bakar, ikan goreng, hingga beragam olahan ikan lainnya. Aktivitas memasak bahkan sudah dimulai sejak pagi hari agar makanan yang dijual tetap segar dan siap dinikmati pelanggan.
Siti Wahdah mengatakan usaha kuliner yang dirintis bersama suaminya sejak 13 tahun lalu menjadi sumber penghasilan utama keluarga mereka.
“Saya dengan suami sudah 13 tahun berjualan makanan masak di sini. Memang ini saja pekerjaan kami. Masih pagi sudah siap sayuran masak dan suami bakar ikan di sini, jadi masih fresh ikannya. Alhamdulillah dagangan kami selalu laris manis, jarang ada yang sisa,” ujar Siti Wahdah, Selasa (24/6/2026).
Menurutnya, setiap hari mereka menyajikan menu yang berbeda-beda agar pelanggan memiliki banyak pilihan. Meski harus berjibaku menyiapkan berbagai bumbu sejak dini hari, mereka tetap menikmati pekerjaan tersebut karena telah menjadi sumber penghidupan keluarga.
Dari hasil berjualan makanan masak, pasangan ini berhasil memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menyekolahkan kedua anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah dari usaha jualan makanan masak ini kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk menyekolahkan dua anak kami sampai menjadi sarjana. Sekarang anak pertama sudah bekerja dan menikah, sedangkan yang kedua baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kami akan tetap berjualan asal kesehatan kami memungkinkan,” katanya.
Siti mengungkapkan, mereka hampir tidak pernah libur berjualan karena telah memiliki banyak pelanggan tetap. Tidak hanya warga sekitar Tuweley, pelanggan mereka juga datang dari wilayah Nopi hingga Tambun.
Meski saat ini harga berbagai kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan, Siti tetap optimistis menjalankan usahanya. Penyesuaian harga dilakukan secara bertahap mengikuti kondisi pasar agar usaha tetap berjalan dan pelanggan tetap terjangkau.
Ia berharap dirinya dan sang suami senantiasa diberikan kesehatan sehingga dapat terus melayani pelanggan dan mempertahankan usaha yang telah menjadi tumpuan ekonomi keluarga selama lebih dari satu dekade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....