27 Tahun Mengayuh Rezeki, Jimin Setia Jual Bubur Kacang Ijo
- 16 Jun 2026 13:28 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Ketekunan dan semangat pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan Jimin, seorang penjual bubur kacang ijo keliling yang telah menggeluti usahanya selama lebih dari 27 tahun di Kabupaten Tolitoli.
Pria yang akrab disapa Mas Jimin itu setiap pagi berkeliling menjajakan bubur kacang ijo menggunakan sepeda yang telah dimodifikasi dengan gerobak di bagian depan. Tanpa mengenal lelah, ia menyusuri berbagai wilayah dalam Kota Tolitoli untuk menawarkan dagangannya kepada pelanggan setia.
Jimin mengisahkan, sebelum berjualan bubur kacang ijo dirinya sempat mencoba peruntungan dengan menjual pakaian secara keliling hingga ke luar daerah. Namun usaha tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena minimnya pembeli.
“Saya awal tinggal di Tolitoli itu jualan pakaian keliling sampai jauh ke luar kota, tapi kurang sekali yang laku. Akhirnya saya beranikan diri untuk jualan bubur kacang ijo. Setiap hari saya keliling jualan dari pasar, Panasakan, Tuweley, Nalu, pokoknya muter-muter naik sepeda,” ujar Jimin kepada RRI.
Menurutnya, perjalanan usaha selama puluhan tahun tentu tidak selalu berjalan mulus. Namun ia menganggap untung dan rugi sebagai hal yang biasa dalam dunia perdagangan.
Dengan bahan utama kacang hijau, gula merah, dan santan kelapa, Jimin berhasil mempertahankan cita rasa khas bubur racikannya. Meski harga bahan pokok terus mengalami kenaikan, ia tetap menjaga kualitas dan rasa yang telah dikenal masyarakat selama bertahun-tahun.
“Saya punya resep khusus, pokoknya beda dengan bubur kacang ijo lainnya. Mau beli harga berapapun boleh, saya tidak mematok harga terlalu tinggi. Yang penting laris manis dan modal bisa diputar. Saya juga biasa mangkal di pinggir jalan dekat sekolahan,” katanya.
Selama hampir tiga dekade, sepeda tua yang menjadi teman setianya terus dikayuh untuk mencari nafkah. Bagi Jimin, bekerja dengan sungguh-sungguh dan selalu bersyukur merupakan kunci utama dalam menjalani kehidupan.
“Rezeki Allah sudah atur, tinggal bagaimana kita berusaha dan tetap bersyukur,” tuturnya.
Kisah Jimin menjadi inspirasi bahwa kerja keras, kesabaran, dan konsistensi mampu menjaga sebuah usaha tetap bertahan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berubah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....