Sistem SLIK OJK Jadi Penghalang Besar Permodalan UMKM, Kadin Desak Adanya Solusi

  • 11 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Toli Toli

RRI CO.ID TOLITOLI — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tolitoli bergerak cepat merespons keluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait rumitnya akses permodalan dan hambatan administrasi perbankan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah membuka posko pelayanan dan pendampingan pengurusan izin secara gratis bagi seluruh pelaku usaha di daerah tersebut.

Ketua Kadin Kabupaten Tolitoli, Faisal Lahaja, mengungkapkan bahwa sektor UMKM di Tolitoli sebenarnya menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat. Kendati demikian, persoalan modal masih menjadi batu sandungan utama yang kerap dikeluhkan oleh para pelaku usaha saat berada di lapangan.

"Secara kebijakan di tingkat pusat, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini sangat luar biasa dan berdampak. Namun, dalam implementasinya di tingkat daerah, kita masih menemukan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat," ujar Faisal Lahaja dalam dialog interaktif "Tolitoli Menyapa" di RRI Tolitoli.

Faisal menyoroti salah satu barrier atau penghalang terbesar bagi UMKM saat ini, yaitu ketatnya sistem Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Banyak pelaku usaha kecil yang rekam jejak kreditnya otomatis memerah di sistem perbankan hanya karena masalah sepele, seperti keterlambatan pembayaran pinjaman daring (pinjol) atau pembiayaan kendaraan dengan nominal kecil. Berdasarkan aturan, mereka harus menunggu pemulihan nama baik hingga dua tahun setelah pelunasan agar bisa mengajukan pinjaman kembali.

"Aturan ini seolah menghukum para pelaku usaha. Padahal dalam kacamata bisnis, bagi UMKM yang jatuh bangun itu hal biasa. Harusnya begitu mereka melunasi kewajibannya dan usahanya dinilai masih layak, mereka bisa langsung diberikan akses kredit lagi tanpa perlu menunggu dua tahun," tegasnya. Menurut Faisal, ketatnya persyaratan perbankan inilah yang memicu menjamurnya pinjaman online ilegal dan rentenir dengan bunga tinggi hingga 10–20% di Tolitoli.

Untuk memangkas jarak antara pelaku usaha dan regulasi perbankan, Kadin Tolitoli kini menyediakan meja khusus bagi sejumlah pihak perbankan langsung di Kantor Kadin. Lewat sinergi ini, masyarakat yang kesulitan mengurus kelengkapan administrasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga NPWP akan dibantu sepenuhnya oleh pengurus Kadin tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 200 pelaku UMKM yang memasukkan berkasnya ke Kadin Tolitoli untuk diverifikasi dan didampingi guna mendapatkan fasilitas KUR.

Di akhir pemaparannya, Faisal mengajak seluruh masyarakat Tolitoli untuk tidak pesimis dan terus memupuk mentalitas berwirausaha. Mengingat Tolitoli memiliki potensi alam yang sangat besar di sektor agroindustri, kelapa, perikanan, hingga budidaya udang vaname, Kadin berkomitmen mengawal UMKM lokal tidak hanya sekedar naik kelas, melainkan hingga "lulus" menjadi pengusaha mandiri yang tangguh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....