UMKM Bawang Goreng Suku Lauje Dorong Kemandirian Ekonomi
- 10 Jun 2026 15:09 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Suku Lauje atau suku anak dalam yang bermukim di Dusun Jongin, Desa Anggasan, Kecamatan Dondo, terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui pembentukan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi bawang goreng, masyarakat setempat, khususnya kaum ibu, mulai memperoleh peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
Program pemberdayaan tersebut dibina oleh Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli (GPIBT) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia. Kehadiran program ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Suku Lauje yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses terhadap peluang usaha dan sumber pendapatan.
Pendeta Jemaat Kanaan Jongin, Desa Anggasan, Kecamatan Dondo sekaligus pembina UMKM, Yohanis Yok Kumendong, mengatakan produk bawang goreng yang dihasilkan oleh ibu-ibu Suku Lauje memiliki kualitas dan cita rasa yang mampu bersaing dengan produk serupa yang telah beredar di pasaran.
“Kualitas bawang goreng yang diproduksi ibu-ibu Suku Lauje tidak kalah dengan produk yang sudah ada di pasaran. Namun kami masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait modal usaha dan ketersediaan bahan baku,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Yohanis, proses produksi dilakukan secara sederhana dengan mengedepankan kualitas bahan dan kebersihan sehingga menghasilkan produk yang diminati masyarakat. Namun, kapasitas produksi yang masih terbatas menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha tersebut.
Ia menjelaskan kebutuhan bawang merah sebagai bahan baku utama hingga kini masih dipasok dari wilayah Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi menjadi lebih tinggi dan berpengaruh terhadap kemampuan kelompok usaha dalam meningkatkan volume produksi.
Sebagai upaya mengatasi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, kelompok UMKM bersama kelompok tani setempat mulai mengembangkan budidaya bawang lokal jenis bawang kenari. Langkah ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di Dusun Jongin.
Meski demikian, pengembangan budidaya bawang kenari masih menghadapi sejumlah hambatan, terutama keterbatasan benih yang tersedia. Karena itu, kelompok usaha berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk membantu penyediaan benih, pendampingan teknis, serta penguatan permodalan usaha.
Dengan dukungan yang memadai, UMKM bawang goreng Suku Lauje diyakini dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta mendorong pemberdayaan masyarakat adat di wilayah pedalaman Kabupaten Tolitoli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....