Penjual Buroncong Keliling yang Bertahan di Tengah Penertiban

  • 30 Mar 2026 13:03 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID,Tolitoli - Di tengah dinamika penataan pedagang kaki lima, semangat Bung Hasan dalam menjalankan usaha jualan buroncong patut diapresiasi. Pria yang telah menekuni usaha tersebut selama kurang lebih tiga tahun ini tetap bertahan dengan cara berpindah-pindah lokasi demi mencari tempat yang aman dan tetap ramai pembeli.

Buroncong yang dijual Bung Hasan dibanderol dengan harga terjangkau, yakni Rp2.000 untuk tiga buah. Harga murah ini menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, khususnya warga sekitar yang ingin menikmati jajanan tradisional dengan cita rasa khas tanpa harus merogoh kocek dalam.

Dalam kesehariannya, Bung Hasan mulai berjualan sejak pagi hingga sore hari. Dengan peralatan sederhana serta pengalaman yang telah ia bangun selama bertahun-tahun, ia mampu menghadirkan buroncong dengan aroma khas yang menggoda, sehingga menarik perhatian warga yang melintas.

Namun, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Ia mengungkapkan, awalnya berjualan di depan Gedung GOR di Jalan Veteran yang dikenal sebagai salah satu titik keramaian. Lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena tingginya aktivitas masyarakat.

“Dulu saya jualan di depan gedung GOR, ramai sekali pembeli. Tapi karena ada peraturan daerah yang mengharuskan penertiban pedagang kaki lima, saya harus pindah dari situ,” ungkap Bung Hasan.

Akibat penertiban tersebut, Bung Hasan harus mencari lokasi baru agar tetap bisa melanjutkan usahanya. Setelah beberapa kali berpindah tempat, kini ia memilih berjualan di Jalan Baru, Kelurahan Sidoarjo, yang dinilainya masih cukup aman.

“Sekarang saya jualan di Jalan Baru Kelurahan Sidoarjo. Di sini masih aman, belum ada pelarangan, jadi saya bisa terus jualan,” jelasnya.

Meski harus beradaptasi dengan lokasi yang berbeda, Bung Hasan tetap mampu mempertahankan pendapatannya. Dalam sehari, ia dapat meraih omzet kotor hingga Rp600 ribu, dengan keuntungan bersih sekitar Rp400 ribu setelah dikurangi biaya operasional.

Pendapatan tersebut menjadi penopang utama kebutuhan hidup sehari-harinya. Ia pun mengaku bersyukur usahanya masih dapat berjalan dengan baik meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk penertiban dan persaingan usaha.

Lebih dari sekadar mencari nafkah, usaha Bung Hasan juga berperan dalam melestarikan kuliner tradisional. Buroncong yang mulai jarang ditemui tetap bisa dinikmati masyarakat berkat kegigihan pedagang kecil seperti dirinya.

Ke depan, Bung Hasan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada pedagang kecil dengan menyediakan lokasi khusus yang layak untuk berjualan.

“Saya berharap ada tempat khusus untuk kami pedagang kecil supaya bisa jualan dengan aman dan nyaman,” harapnya.

Kisah Bung Hasan menjadi gambaran nyata perjuangan pedagang kecil dalam mempertahankan usaha di tengah berbagai keterbatasan. Dengan kerja keras dan ketekunan, ia membuktikan usaha sederhana pun mampu memberikan penghidupan yang layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....