Hobi Manik-Manik Faradina Berubah Jadi Bisnis Cuan

  • 05 Feb 2026 10:24 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Mengisi waktu luang kini tak lagi sekadar kegiatan pengusir bosan. Hal itu dibuktikan oleh Faradina, generasi Z kreatif asal Tolitoli yang sukses mengubah hobinya merangkai manik-manik menjadi bisnis aksesori handmade bernama Mari Maanik.

Berawal dari rasa jenuh di sela aktivitas harian, Faradina mengaku terinspirasi setelah melihat berbagai konten kerajinan manik-manik di media sosial TikTok. Tanpa perencanaan matang, ia mencoba merangkai manik-manik secara sederhana dengan bahan seadanya.

Pada awalnya, hasil karyanya hanya digunakan sendiri atau dibagikan kepada teman-teman terdekat. Namun respons positif mulai bermunculan. Banyak orang tertarik dan menanyakan cara membeli aksesori buatannya. Dari situ, muncul ide untuk menjadikan hobi tersebut sebagai usaha.

“Awalnya tidak kepikiran sama sekali karena cuma buat cari kesibukan. Tapi pas lihat konten manik-manik di TikTok, saya coba beli bahannya dan iseng bikin. Ternyata banyak yang suka dan nanya beli di mana, dari situ kepikiran kenapa tidak dicoba dijual saja,” ujar Faradina.

Keputusan itu terbukti tepat. Saat meluncurkan brand Mari Maanik pada September 2023, produk handmade miliknya langsung disambut antusias dan mendapat puluhan pesanan. Seiring waktu, jumlah peminat terus meningkat, bahkan kini pesanan yang masuk bisa mencapai ribuan order dalam sehari.

Mari Maanik dikenal dengan desain yang playful, penuh warna, dan merepresentasikan karakter anak muda. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari gelang, kalung, cincin, hingga aksesori custom yang dibuat sesuai permintaan pelanggan.

Di tengah maraknya produk aksesori massal, Faradina memilih mempertahankan konsep handmade sebagai identitas brand. Menurutnya, sentuhan personal dan cerita di balik setiap produk menjadi nilai jual utama.

Perkembangan bisnis Mari Maanik tak lepas dari peran media sosial. Instagram menjadi platform utama dalam memperkenalkan produk ke khalayak luas.

“Alhamdulillah, pengaruh Instagram besar banget buat promosi. Hampir semua customer tahunya dari Instagram. Dari situ Mari Maanik bisa dikenal banyak orang dan sekarang sudah punya lebih dari 3.000 pengikut,” jelasnya.

Melalui media sosial, Faradina rutin membagikan proses pembuatan, peluncuran produk baru, hingga berinteraksi langsung dengan pelanggan. Hal ini membuat brand-nya terasa lebih dekat dan personal.

Kisah Faradina menjadi bukti bahwa generasi Z mampu melihat peluang dari hal sederhana. Dengan kepercayaan diri, konsistensi, dan keberanian untuk memulai, hobi pun dapat berkembang menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....