Tradisi Pengolahan Ikan Asin Kabetan Tetap Bertahan

  • 22 Nov 2025 17:32 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Warga pesisir Desa Kabetan masih mempertahankan tradisi pengolahan ikan asin secara tradisional sebagai salah satu mata pencaharian utama. Proses pembuatan ikan asin ini dilakukan dengan cara sederhana dan turun-temurun, mengandalkan sinar matahari sebagai pengering alami.

Setiap hari, nelayan membawa hasil tangkapan untuk dibersihkan, dibelah, lalu diberi taburan garam secukupnya. Setelah proses penggaraman, ikan disusun rapi di atas tampah atau para-para bambu untuk dijemur selama dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca.

Salah seorang pengolah ikan asin, Ibu Hasmi, mengatakan bahwa metode tradisional membuat cita rasa ikan asin tetap khas dan banyak digemari konsumen.

“Kami tetap menggunakan cara lama karena rasanya lebih enak dan tahan lama. Selain itu, bahan bakunya alami tanpa bahan pengawet yang membahayakan jika dikonsumsi,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Meski prosesnya sederhana, para pengolah tetap menjaga kebersihan agar kualitas ikan asin tetap terjaga. Mereka berharap cuaca cerah terus mendukung karena produksi sangat bergantung pada panas matahari.

Ikan asin olahan tradisional ini tidak hanya dipasarkan di wilayah lokal. Menurut Ibu Hasmi, produk tersebut juga dikirim hingga ke Kota Palu dan wilayah Kalimantan karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik. Selain menjadi sumber pendapatan, aktivitas ini juga menjadi bagian dari budaya pesisir yang terus dilestarikan hingga kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....