KPP Pratama Tolitoli Targetkan Penerimaan Pajak Rp519 Miliar
- 23 Jul 2026 13:54 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli — Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tolitoli menargetkan kontribusi penerimaan pajak sebesar Rp 519 miliar untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026. Target tersebut disampaikan Penyuluh Pajak KPP Pratama Tolitoli, Lukman Nur Hakim, S.E., dalam dialog interaktif "Tolitoli Menyapa" yang disiarkan RRI Tolitoli, Rabu (15/7/2026).
Lukman menjelaskan, meskipun secara nominal target penerimaan pajak di wilayah Tolitoli tidak sebesar kantor pelayanan pajak di kota-kota besar, kontribusi yang diberikan tetap memiliki peran penting dalam menopang penerimaan negara. Menurutnya, setiap daerah memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
Sebagai unit kerja di bawah Direktorat Jenderal Pajak, KPP Pratama Tolitoli memiliki tugas mengelola berbagai jenis pajak pusat, diantaranya Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di luar sektor pedesaan dan perkotaan.
Dalam dialog tersebut, Lukman menegaskan bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat.
"Pajak merupakan iuran wajib kepada negara yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang tanpa imbalan langsung saat membayar, yang digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat," ujar Lukman Nur Hakim.
Ia mengatakan, semakin tinggi tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, maka semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki pemerintah. Kondisi tersebut akan memberikan keleluasaan bagi pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan di pusat maupun daerah.
Lukman menjelaskan bahwa dana yang dihimpun dari sektor perpajakan akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan berbagai fasilitas publik, mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, layanan kesehatan, pendidikan hingga sektor keamanan.
"Pembangunan yang bersumber dari pajak diwujudkan dalam bentuk fasilitas publik, seperti pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga sektor keamanan," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai pembangunan infrastruktur yang memadai mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik akan menekan biaya logistik, meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa, mendorong aktivitas usaha, serta membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Di akhir dialog, Lukman mengimbau seluruh wajib pajak di Kabupaten Tolitoli untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu. Selain itu, masyarakat juga diajak berpartisipasi mengawasi penggunaan dana pajak melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan pemerintah, sehingga pengelolaan keuangan negara dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....