Winda Audya Gencar Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

  • 08 Jun 2026 16:42 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Tidak hanya menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Tolitoli dalam ajang Duta Guru Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Sulawesi Tengah 2026, Winda Audya juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memahami dan menjaga rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Saat menjadi narasumber dalam program siaran CERMIN "Cerita Muda Inspiratif" di Pro 2 RRI Tolitoli, Winda menjelaskan berbagai materi terkait gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah yang diinisiasi Bank Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk lebih mengenal ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Menurutnya, cara sederhana tersebut dapat membantu masyarakat membedakan uang asli dan uang palsu dengan mudah.

“Melalui metode 3D, masyarakat bisa memeriksa keaslian uang rupiah. Dilihat dari desain dan warna uangnya, diraba untuk merasakan tekstur khusus pada bagian tertentu, dan diterawang untuk melihat tanda air serta benang pengaman,” jelas Winda dalam siaran tersebut.

Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep 5J Rupiah, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi. Edukasi tersebut bertujuan agar masyarakat dapat menjaga kondisi fisik uang rupiah sehingga tetap layak edar.

“Rupiah harus diperlakukan dengan baik karena merupakan simbol negara. Dengan menjaga rupiah, kita turut menjaga martabat bangsa,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Winda menjelaskan bahwa gerakan CBP Rupiah tidak hanya sebatas mengenali uang, tetapi juga menanamkan rasa cinta, bangga, dan pemahaman terhadap mata uang Indonesia.

Aspek Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian dan merawat uang rupiah. Sementara Bangga Rupiah berarti menjadikan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah serta simbol kedaulatan negara. Adapun Paham Rupiah mencakup pemahaman mengenai fungsi rupiah dalam transaksi, pengelolaan keuangan, hingga perannya dalam perekonomian nasional.

Sebagai seorang guru, Winda mengaku konsisten menerapkan edukasi CBP Rupiah kepada para siswa di sekolah. Ia memanfaatkan berbagai kesempatan dalam kegiatan pembelajaran untuk menanamkan kebiasaan menjaga uang sejak usia dini.

“Saya selalu mengingatkan siswa agar tidak melipat, mencoret, atau merusak uang. Hal-hal sederhana seperti itu penting ditanamkan sejak kecil agar mereka memiliki kesadaran untuk menghargai rupiah,” katanya.

Menurut Winda, sekolah menjadi salah satu tempat yang efektif untuk menyebarluaskan pemahaman mengenai CBP Rupiah karena para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ia berharap edukasi yang dilakukan melalui media maupun lingkungan sekolah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan menggunakan rupiah dengan bijak.

“Melalui gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, kita tidak hanya belajar mengenali uang, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga simbol kedaulatan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....