Realitas Cicilan Rumah / Mobil Sesuai Penghasilan Masa Kini

  • 13 Mar 2026 09:45 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Memiliki rumah atau mobil masih menjadi impian banyak orang. Namun di tengah kondisi ekonomi saat ini, keputusan mengambil cicilan perlu disesuaikan dengan kemampuan penghasilan agar tidak menjadi beban keuangan di masa depan.

Perencana keuangan Prita Gozie dalam perbincangannya di kanal YouTube Raditya Dika topik ”Biar Keuangan Beres” menjelaskan, seseorang dengan penghasilan sekitar Rp7–8 juta per bulan di Jakarta rata-rata menghabiskan hampir setengah gajinya untuk biaya sewa rumah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa biaya hunian masih menjadi salah satu pengeluaran terbesar bagi masyarakat perkotaan.

” jadi gini, orang kalau mau menentuin beli rumah ya sebenarnya perhitungannya ada tiga. Satu adalah perhitungan finansial, kedua adalah non finansial, dan yang ketiga itu adalah kesiapan emosi” Ujar Prita Gozie.

Menurut Prita, harga rumah rata-rata yang mencapai sekitar Rp14 juta per meter persegi membuat banyak orang sulit membeli rumah secara tunai. Dengan kondisi tersebut, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi solusi yang paling realistis bagi sebagian masyarakat.

Namun, ia menekankan bahwa besaran cicilan harus disesuaikan dengan kemampuan finansial. Idealnya, cicilan KPR tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat. Sementara itu, bagi yang memilih menyewa rumah, biaya sewa sebaiknya tidak melebihi 10–15 persen dari penghasilan karena rumah sewa bukan merupakan aset kepemilikan.

Selain faktor finansial, keputusan membeli rumah juga perlu mempertimbangkan faktor non-finansial seperti kenyamanan lingkungan, kedekatan dengan tempat kerja, serta kualitas kehidupan sosial. Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan emosional dalam menghadapi tekanan cicilan jangka panjang, termasuk kemungkinan kenaikan suku bunga dan perubahan kondisi ekonomi.

Prita juga mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah melunasi utang konsumtif, kemudian mengumpulkan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Setelah dana darurat terpenuhi, barulah seseorang dapat mulai berinvestasi secara bertahap sesuai tujuan keuangan.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan keuangan yang disiplin, memiliki rumah atau mobil tetap dapat menjadi tujuan yang realistis tanpa mengorbankan stabilitas finansial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....