Kue Tradisional Bugis di Tolitoli Tetap Eksis
- 26 Feb 2025 14:34 WIB
- Toli Toli
KBRN, Tolitoli: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kue tradisional di Indonesia terus berkembang di berbagai daerah, salah satunya di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Salah satu pelaku UMKM yang sukses menjalankan usaha ini adalah Ibu Nursam, S.IP., M.A., yang mengelola usaha kue tradisional Bugis dengan brand Rumah Kue Bugis NM. Beralamat di Jln. Veteran 1, Kelurahan Baru, Tolitoli, Sulawesi Tengah, ia menjalankan bisnis ini sembari mengajar sebagai dosen jurusan Ilmu Pemerintahan di salah satu universitas di Tolitoli.
Saat ditemui pada Rabu (26/02/2025), Nursam mengungkapkan bahwa menjalani dua profesi sekaligus membutuhkan manajemen waktu yang baik. “Saya mengatur jadwal dari malam hari. Saya mengajar di pagi hari, jam 12 siang pulang, setelah istirahat sejenak langsung beraktivitas di dapur membuat kue. Itu rutinitas saya sehari-hari. Terkadang, kalau sedang sibuk, saya tidak membuat kue karena saya hanya dibantu oleh mama, kami berdua,” ujarnya.
Nursam mulai berjualan kue sejak tahun 2019, tepatnya saat pandemi COVID-19 merebak. Beberapa kue tradisional Bugis yang ia buat meliputi sarimuka, sikaporo, bolu peca, bingka pandan, bingka gula merah, sanggara Belanda, dan yang paling laris adalah barongko. Selain dijual untuk konsumsi sehari-hari, ia juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk berbagai acara seperti pernikahan dan hajatan lainnya.
Alasan Nursam memilih menjual kue Bugis adalah karena melihat tingginya minat pasar, terutama dari masyarakat suku Bugis yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Tolitoli. “Saya terinspirasi untuk membuat kue Bugis agar bisa mengobati kerinduan mereka pada kampung halaman saat menyantapnya. Namun, setelah dipasarkan, ternyata bukan hanya suku Bugis yang berminat, tetapi juga warga keturunan Tionghoa dan suku lain di Tolitoli yang banyak memesan kue di Rumah Kue Bugis NM,” jelasnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Nursam mengaku harus mempersiapkan diri secara fisik dan mental karena pekerjaan tetap berlanjut. “Saya juga melakukan stok bahan baku lebih awal, mengingat harga barang terkadang tiba-tiba naik. Tahun lalu, saya tetap berjualan kue setiap hari untuk menu berbuka puasa,” katanya.
Sebagai pelaku UMKM di Tolitoli, Nursam berharap agar sektor UMKM di daerah ini terus berkembang dan dapat memberdayakan perempuan agar memperoleh pendapatan dari usaha mandiri. “Semoga UMKM di Tolitoli terus berkembang setiap hari,” harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....