Konten Digital Berbasis Legenda Bersama Yayasan Educare Buol

  • 10 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Yayasan Educare Buol menghadirkan inovasi dalam upaya melestarikan budaya lokal melalui program pembuatan konten digital berbasis legenda dan cerita rakyat Buol. Program ini bertujuan memperkenalkan kembali nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal kepada generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alfa, dengan memanfaatkan platform digital yang akrab dengan kehidupan mereka.

Melalui program tersebut, cerita-cerita lisan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun akan dikemas menjadi berbagai bentuk multimedia interaktif. Di antaranya video animasi pendek untuk anak-anak, podcast interaktif bertajuk Bacarita Budaya yang mengulas asal-usul tempat dan tokoh adat, serta kisah legenda Boyo Pogut. Selain itu, berbagai konten visual kreatif juga akan dipublikasikan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok agar lebih mudah menjangkau masyarakat luas.

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari kalangan pendidik di Kabupaten Buol. Konten berbasis legenda dinilai dapat menjadi media pembelajaran muatan lokal berbasis digital yang lebih menarik sehingga mampu meningkatkan minat belajar siswa sekaligus memperkuat pemahaman terhadap budaya daerah.

Tidak hanya mendukung sektor pendidikan, program tersebut juga diproyeksikan mampu meningkatkan promosi pariwisata Kabupaten Buol. Berbagai legenda yang berkaitan dengan pulau-pulau maupun situs bersejarah diyakini dapat menarik minat wisatawan untuk mengenal dan mengunjungi langsung lokasi-lokasi yang menjadi bagian dari cerita rakyat tersebut.

Ketua Yayasan Educare Buol sekaligus Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI, Andi Asrawati, S.S., M.Hum, mengatakan literasi digital bukan sekadar mengajarkan masyarakat menggunakan teknologi, tetapi juga mengisi ruang digital dengan konten yang edukatif dan mencerminkan identitas budaya daerah.

"Kita punya kekayaan literasi tutur yang luar biasa. Jika tidak dipindahkan ke ruang digital, anak-anak kita akan lebih kenal budaya luar daripada legenda tanah leluhurnya sendiri. Di sinilah Educare Buol hadir untuk menjembatani tradisi dan teknologi kepada generasi kita. Selain itu, lewat cerita legenda tersebut secara tidak langsung netizen dapat mengenal tentang budaya dan adat Buol yang merupakan identitas kami," ujar Andi kepada RRI.co.id, Rabu (8/7/2026).

Andi menambahkan, melalui program Konten Digital Berbasis Legenda, Yayasan Educare Buol berharap dapat membangun ekosistem kreatif yang sehat di Kabupaten Buol. Dengan demikian, budaya lokal tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang kuno, tetapi menjadi warisan yang menarik, relevan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung gerakan tersebut dengan membagikan berbagai konten positif bertema budaya lokal agar identitas Tanah Pogogul semakin dikenal, tidak hanya di Sulawesi Tengah tetapi juga di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....