Budaya Dondo Terus Dipromosikan Melalui Lomba dan Pentas Seni

  • 25 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tolitoli terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya lokal melalui berbagai kegiatan kesenian, lomba budaya, hingga promosi berbasis digital. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Sub Koordinator Seksi Kesenian Tradisional Disdikbud Kabupaten Tolitoli, Masri A. Impa, S.Sos., mengatakan pemerintah daerah secara rutin melaksanakan berbagai program yang melibatkan seluruh etnis lokal, termasuk masyarakat Dondo.

Menurutnya, sejumlah kegiatan yang konsisten digelar setiap tahun di antaranya lomba lagu daerah Dondo, pidato bahasa Dondo, serta bertutur menggunakan bahasa Dondo yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tolitoli.

"Setiap tahun kami melaksanakan lomba lagu daerah Dondo, pidato bahasa Dondo, dan bertutur dalam bahasa Dondo. Kami juga memiliki tim juri yang menguasai bahasa Dondo, bahasa Tolitoli, dan bahasa Dampal. Alhamdulillah, peserta pidato bahasa Dondo berhasil meraih prestasi yang sangat baik," ujar Masri kepada RRI, Senin (23/6/2026).

Masri menjelaskan, upaya pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui lomba dan pembinaan. Pada tahun 2024 hingga 2025, Disdikbud Tolitoli juga membawa anak-anak dari Desa Oyom, Kecamatan Lampasio, untuk tampil pada ajang kesenian tingkat Provinsi Sulawesi Tengah dengan menampilkan kesenian tradisional Dondo Eiei sebagai sarana promosi budaya daerah.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan promosi budaya. Lagu-lagu daerah Dondo kini telah tersedia di berbagai platform digital, termasuk YouTube, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Tak hanya itu, suku Dondo juga memiliki kekayaan seni budaya lainnya, seperti tari tradisional Petudondo yang rutin ditampilkan dalam berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat adat.

Masri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tolitoli, khususnya komunitas Dondo, Forum Masyarakat Dondo, Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah, serta komunitas budaya lainnya agar terus bergandengan tangan melestarikan budaya daerah. Kami juga berharap terus diajak berkoordinasi dan dilibatkan setiap ada kegiatan adat maupun budaya agar pelestarian budaya ini dapat berjalan bersama," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal Kabupaten Tolitoli agar tetap lestari dan mampu bersaing dengan budaya daerah lain di Sulawesi Tengah tanpa kehilangan identitasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....